alexametrics

Pesta Miras Ditemani Tiga Siswi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dunia pendidikan di Kota Semarang kembali tercoreng. Belasan pelajar digerebeg warga dan polisi saat tengah pesta minuman keras (miras) dan pil koplo di sebuah rumah di daerah Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan.

Informasi di lapangan, pelajar yang diamankan tersebut masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), salah satu sekolahan swasta di Kecamatan Pedurungan. Ironisnya, mereka masih berseragam Pramuka. Bahkan diantaranya ada tiga perempuan.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi membenarkan adanya peristiwa tersebut yang terjadi Jumat (26/7) sekitar pukul 15.00. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut adanya laporan dari masyarakat.

“Awalnya ada warga yang menginformasikan bahwa ada gerombol di suatu tempat di Tlogosari,” ungkapnya Rabu (31/7).

Baca juga:  Tulis Wasiat sebelum Gantung Diri

Anggota Polsek Pedurungan dan warga yang kemudian mendatangi rumah yang dipergunakan belasan pelajar tersebut. Tak habis pikir, rupanya mereka sedang pesta miras dan obat daftar G alias Pil Koplo.

“Ternyata anak-anak itu minum-minuman keras. Ada yang kelas 2 dan kelas 3, masih SMP, ada sekitaran 12 sampai 15 pelajar,” bebernya.

Selanjutnya, belasan pelajar tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Pedurungan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Sebelum dipulangkan, belasan pelajar tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatanya. Hanya saja, Mulyadi enggan membeberkan nama sekolahan pelajar tersebut.

“Langsung kita berikan pembinaan, saya panggil orangtua dan guru saya suruh membuat pernyataan. Setelah itu dikembalikan ke orangtua,” ujarnya.

Baca juga:  Garang saat Tawuran, Mewek di Kantor Polisi

Mulyadi juga tidak menampik, belasan pelajar tersebut tiga diantaranya adalah perempuan yang juga masih mengenakan seragam. Pihaknya menyebutkan, tiga siswi tersebut tidak terindikasi ikut menikmati miras maupun pil koplo.

“Dia sekAdar ikut berkumpul di situ. Pihak sekolah juga sudah kita panggil gurunya, jangan sampai anak didiknya berbuat yang seperti ini,” terangnya. (mha/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya