alexametrics

Kejar Tatanan Kota Sehat Swasti Saba Wistara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan di Kota Semarang. Keseriusan pemkot dibuktikan dengan berbagai inovasi seperti jaminan kesehatan masyarakat atau Universal Health Coverage (UHC), Si Cepat Ambulans Hebat, Konter atau Konsultasi Dokter, Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang (Pustaka), layanan darurat 112 serta terbentuknya Forum Kota Sehat didorong untuk mewujudkan Semarang sebagai Kota Sehat Swasti Saba Wistara.

Berbagai upaya dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Ketua Forum Kota Sehat, Krisseptiana tersebut diharapkan mampu membawa kota Lumpia meraih predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara.

Saat menerima tim verifikasi penilaian Kota Sehat di Gedung Moch Ichsan Balai Kota Semarang Rabu (31/7), Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, bersyukur bahwa Kota Semarang telah lolos verifikasi dokumen dalam penilaian Kota Sehat dan masuk ke tahap verifikasi lapangan. Menurutnya tujuan Semarang menjadi Kota Sehat adalah mutlak karena memberikan output berupa kesehatan masyarakat yang semakin baik dan meningkat.

Baca juga:  Tak Capai Target, Pemkab Butuh Tambahan Waktu

“Pembentukan Forum Kota Sehat dan alokasi APBD sebesar Rp 50 juta di setiap kelurahan dimaksudkan untuk menampung masukan guna penyusunan kebijakan selanjutnya agar Kota Semarang menjadi bersih dan sehat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kota Sehat, Krisseptiana Hendrar Prihadi menjelaskan bahwa Forum Kota Sehat dilaunching pada 2014 guna menunjang rencana pembangunan daerah 2016-2021 dengan mengusung Semarang Sehat, Cerdas, Tangguh, dan berdaya saing. Setelah memperoleh predikat Padapa di tahun 2015 dan Wiwerda di tahun 2017, saat ini Kota Semarang masuk ke tahap verifikasi untuk Swasti Saba Wistara 2019.

Indikator penilaian di antaranya tercapainya Semarang ODF di tahun 2018, menurunnya angka penderita Demam Berdarah serta angka kematian ibu dan bayi, yang salah satunya karena adanya program Si Centik atau Siswa Cari Jentik dengan bekerja sama dengan sekolah-sekolah.

Baca juga:  40 Perusahaan Besar Buka Lowongan

Tak hanya itu, tiap kelurahan juga telah digerakkan pola hidup bersih dan sehat, senam mandiri, pilah sampah, penghijauan, biopori, dan pembuatan ecobrik, pembentukan pariwisata sehat melalui desa wisata, dan pelaksanaan urban farming.

“Dalam implementasinya kita bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat seperti PKK, FKS, akademisi, dan Lembaga lain dengan melakukan pendampingan wilayah guna menurunkan angka kejadian Demam Berdarah yang menjadi persoalan di Kota Semarang,” papar Tia, sapaan akrabnya.

Ketua tim penilai, Direktur Kesehatan Lingkungan, Kemenkes dr Imran Agus Nurali Sp. KO menyebutkan bahwa penilaian ini bukan sebagai kompetisi antar kabupaten/kota melainkan kompetisi bagaimana sebuah kota memperbaiki diri di bidang kesehatan dari 2 tahun yang  lalu. Sehingga dampaknya dapat menjadikan masyarakat yang hidup di kotanya menjadi lebih sehat, nyaman dan mandiri.

Baca juga:  Gundukan Hanoman Dikepras 2020

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kota Semarang. Di mana telah menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta angka penderita demam berdarah melalui keterlibatan semua unsur lintas sektor,” pungkasnya. (ewb/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya