alexametrics

Eksepsi Ditolak, Perkara Dilanjutkan

Sidang Dugaan Asusila Oknum Notaris

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Suasana berbeda terjadi dalam sidang putusan sela terdakwa I Nyoman Adi Rimbawan, 45. Notaris asal Denpasar, Bali tersebut diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang diduga melakukan perbuatan asusila terhadap anak perempuan berinisial S. Rupanya tidak ada rasa penyesalan di diri terdakwa. Bahkan saat digelandang dengan tangan diborgol dan mengenakan baju rompi warna oranye dari mobil tahanan hingga ruang tahanan pengadilan dan ruang sidang, I Nyoman masih sempat menunjukkan keangkuhannya.

“Kasus ini merupakan perbuatan kriminalisasi dari D. Karena ingin menceraikan saya dengan JM,”kata I Nyoman Adi Rimbawan sembari menunjukkan jaringan di hadapan puluhan awak media usai menjalani sidang tertutup dengan agenda putusan sela, Rabu (31/7).

Adapun hasil putusan sela kasus itu dijelaskan oleh salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng Pujianti Purwaningsih, bahwa majelis hakim dalam putusannya menyatakan menolak eksepsi penasehat hukum (PH) terdakwa. Sehingga majelis menyatakan sah atas dakwaan penuntut umum dan meminta pemeriksaan perkara tetap dilanjutkan pada Rabu (7/8) mendatang.

Baca juga:  Ratusan Pegawai Kejati Jateng Dites Narkoba

Sedangkan terkait eksepsi yang diajukan PH terdakwa, dijelaskan Pujianti, ada bermacam-macam bahasannya mulai dakwaan dianggap tidak cermat, tidak jelas, serta tidak lengkap. Namun majelis sudah memberikan putusan menolak eksepsi. Sedangkan terkait pasal yang dijeratkan kepada I Nyoman, lanjutnya, ada pasal perlindungan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), KUHP dan lainnya.

“Kalau ancaman kurungannya bisa 20 tahun penjara. Tim jaksa ada lima orang, saya cuma salah satunya, inti kasusnya dia (I Nyoman) mencabuli anak dari usia 13 hingga 17 tahun,”sebutnya.

Usai sidang, tim kuasa hukum I Nyoman, Yudi Sasongko dan Muhtar Hadi Wibowo, mengakui putusan sela majelis hakim menolak eksepsi yang diajukannya. Untuk itu, pihaknya memastikan akan mengajukan upaya hukum perlawanan, bersamaan dengan putusan akhir. Terkait materi perkara, Yudi menyatakan tidak etis dibahas, karena sidangnya tertutup untuk umum. Atas putusan itu, pihaknya, mengaku kecewa, karena keberatan atas semua dakwaan jaksa ditolak. Atas kasus itu, pihaknya memastikan akan mengajukan saksi meringankan dan ahli. Terkait rekayasa yang dilontarkan I Nyoman, Yudi menyampaikan, itu merupakan pendapat kliennya dalam kasus tersebut. Sehingga pihaknya tetap meminta publik melihat nanti hasil putusan sidangnya.

Baca juga:  Hindari Perkara Kecil Masuk Pengadilan

“Perlawanan atas putusan sela sudah kita ajukan secara lisan dan dicatat panitera, nanti secara resmi setelah bebarengan dengan pokok perkara ini, terkait kasus ini ndak etis keluar,”katanya.

Dalam putusan sela tersebut, rombongan Komnas PA Kota Semarang dipimpin John Richard Latuihamallo, sedangkan Karangtaruna Kartini Kota Semarang dipimpin Okky Andaniswari. Dalam audiensinya dengan Humas PN Semarang Eko Budi Supriyanto, John berharap kasus-kasus asusila terhadap anak menjadi perhatian penegak hukum, baik kejaksaan, advokat, polisi dan PN Semarang. Apalagi, lanjutnya, seharusnya korban bisa memiliki masa depan panjang, namun akibat mengalami perbuatan bejat yang dilakukan oleh para pelaku, seperti perkosaan dan pelecehan seksual, menjadi suram. Pihaknya juga menyayangkan saat bebruat, pelaku tidak memiliki hati nurani.

Baca juga:  Ada Aliran Dana Rp 1,4 M di Rekening 'Raja' Totok

“Kami berharap Kejati Jateng dan Kejari Semarang yang menuntut kasus anak, agar memberikan beban hukum bagi pelaku yang paling berat, termasuk hakim yang memutus perkaranya harus memiliki sikap, nantinya apabila pelaku terbukti di persidangan dan anak sebagai korban, maka perlu dijatuhi vonis maksimal,”sebutnya. (jks/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya