alexametrics

Defisit Anggaran, Proyek Strategis Ditunda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Defisit anggaran yang dialami oleh Pemkot Semarang membuat sejumlah proyek strategis harus ditunda. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan jika defisit anggaran tersebut mencapai Rp 220 miliar. “Kami mohon maaf ada penyesuaian anggaran yang cukup besar terutama penentuan Silpa yang tidak sesuai dengan hasil audit BPK. Selisihnya sekitar Rp 220 miliar,” ujar Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, Rabu (31/7).

Seperti diketahui, silpa yang ditetapkan pada awal 2019 sebesar Rp 400 miliar. Namun saat ini silpa mencapai Rp 220 miliar. Karena kondisi tersebut, ia meminta kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menunda sejumlah proyek pekerjaan yang belum dilakukan lelang. “Beberapa pekerjaan yang belum dilelangkan, kami langsung delete karena pertimbangannya kalau menunggu sampai bulan ini baru dilelangkan pasti tidak akan selesai,” katanya.

Baca juga:  Nekat Terobos Perlintasan KA, Siap-Siap Didenda Rp 750 Ribu

Langkah yang akan diambil oleh Pemkot Semarang antara lain dengan rasionalisasi anggaran pada setiap OPD. Tentunya upaya tersebut sangat wajar dalam pengelolaan anggaran di pemerintahan. Melalui langkah yang sudah direncanakan, ia yakin bisa menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pihaknya juga akan mengefektifkan dan memprioritaskan anggaran untuk dedicated program, di antaranya program Universal Health Coverage (UHC) dan program penyapuan jalan.

“UHC selama ini hanya mencoba sepuluh bulan, maka dalam anggaran perubahan kami tambahkan anggaran untuk UHC. Program yang lainnya yaitu penyapuan jalan,” katanya.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mendorong tim anggaran pemkot untuk segera menginstruksikan kepada seluruh OPD yang tidak dapat menyerap anggaran secara baik agar bisa dirasionalisasi.

Baca juga:  Tak Ada Pengundian Ulang, Pedagang Pasar Johar akan Kembali Ditata

Menurutnya, OPD harus membuat skala prioritas terkait program ataupun proyek yang akan dijalankan selama satu semester ke depan. “Ketika sudah pembahasan, kami juga ada rasionalisasi terkait anggaran yang terserapnya kecil, dalam penyampaian prognosis 6 bulan ini hingga 6 bulan ke depan,” katanya.

Pihaknya juga mendorong pemkot untuk menunda rencana kegiatan yang tidak mungkin terealisasi di 2019 ini. Sehingga kegiatan maupun proyek yang tidak dapat terealisasi tahun ini bisa dianggarkan pada 2020 mendatang.

“Ini efisiensi yang luar biasa. Jangan sampai performa anggaran besar tapi tidak bisa menutup defisit anggaran yang ada,” katanya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya