alexametrics

Bina Napi, Sediakan 20 Bengkel Kerja

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Sedikitnya 20 bengkel kerja disediakan untuk mengisi kesibukan dan menambah pundi-pundi rupiah bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I, Kedungpane Semarang. Menariknya para narapidana dibebaskan untuk memilih dan fokus di bidang yang disukainya.

“Semua narapidana (napi) dibolehkan belajar di sini. Tapi mereka harus mengikuti pembinaan kepribadian dulu. Jadi pribadinya kita bina, baru setelah itu kemandiriannya,” kata Kepala Lapas Semarang, Dady Mulyadi melalui Kabid Kegiatan Kerja, Susi Andriany Pohan, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Tribowo dan jajaran pegawai masing-masing, saat ditemui di bengkel kerja lapas, Jumat (26/7).

Adapun beberapa jenis bengkel, meliputi kegiatan membatik, menjahit, membuat handycraft, kaligrafi, produksi cotton bud, mebel, jati pres, hingga beternak dan bercocok tanam. Fasiltas tersebut sebagai upaya membentuk kemandirian para napi.

Baca juga:  BSB City Hadirkan Peluang Emas di Era Dominasi Milenial

Sehingga, setelah berproses di bengkel kerja, para napi ke depan tidak lagi kebingungan mencari pekerjaan setelah keluar atau bebas dari hukuman. “Finishing-nya para napi itu bisa bertanggung jawab, memiliki keterampilan yang bisa dijual atau ada pihak ketiga yang nantinya mengincar mereka,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, para napi diajak lebih produktif, bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai positif. Kemudian menambah pundi-pundi rupiah. “Mereka bisa mendapatkan premi. Sebagian dari preminya, bisa untuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak),” katanya.

KPLP, Tribowo menambahkan, penempatan kamar telah dikelompokkan. Ia memastikan, setiap kegiatan bengkel kerja selalu dipantau timnya. Dari pengamatannya, para napi juga kondusif masuk pagi, selesai sore. Selain itu, pihaknya memberikan pengamanan khusus di ruang bengkel kerja, salah satunya memberlakukan kode fingerprint. Kemudian ada layanan satu pintu, dengan harapan memudahkan mengontrol aktivitas napi yang jumlahnya ada 142 pekerja.

Baca juga:  Hendi Terima Penghargaan Pembina Kerukunan Umat Beragama

“Setelah bekerja, semua tetap steril. Jadi setelah selesai bekerja, semua dilakukan pengeledahan. Bahkan di blok juga rutin dilakukan penggeledahan, tapi juga tetap dilakukan pendekatan persuasif kepada napi,” jelasnya. (jks/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya