alexametrics

Juni, Tarif PDAM di Salatiga Mulai Naik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – PDAM Kota Salatiga bakal menaikkan tarif air minum per 1 Juni 2022. Kenaikkan disetujui melalui SK Wali Kota Nomor 910/290/2022. Tarif dasar air minum PDAM Kota Salatiga naik sebesar 100 rupiah per meter kubik, dari tarif dasar sebelumnya sebesar 1.000 rupiah untuk rumah tangga A (tidak mampu).

Perubahan tarif dasar air minum juga diterapkan pada tempat ibadah 100 rupiah, rumah tangga B 250 rupiah, rumah tangga C 400 rupiah, dan rumah pondokan 1 400 rupiah, dari tarif dasar sebelumnya sesuai golongan pelanggan.

“Meski naik menjadi 1.100 rupiah per meter kubik, tapi masih lebih murah dibandingkan dengan daerah lain,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Salatiga, Pramusinta.

Baca juga:  Genjot Minat Baca, Luncurkan Buletin

Ia membandingkan tarif PDAM untuk golongan rumah tangga A di Kabupaten Semarang 1.440 rupiah, Kota Semarang 1.550 rupiah, bahkan Kabupaten Kebumen mencapai 2750 rupiah. Prinsip penetapan tarif disesuaikan keterjangkauan dan keadilan (maksimal 4 persen dari UMK), mutu pelayanan, pemulihan biaya operasional, efisiensi pemakaian air, transparansi dan akuntabilitas dan perlindungan air baku.

“Sosialisasi perubahan tarif dasar air minum mulai dilakukan terhadap unsur PNS di Lingkungan Pemkot Salatiga. Dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat luas di empat wilayah kecamatan di Kota Salatiga,” ujarnya.

Direktur PDAM Kota Salatiga Samino  mengatakan, BUMD PDAM selama ini tidak hanya berkontribusi pendapatan daerah saja. Tetapi terhadap kualitas air, sewa tanah dan pajak air tanah. Saat studi banding ke Sleman dan Jogjakarta, dengan tarif rendahnya mencapai 3.450 rupiah, Sleman dengan 41.000 pelanggan hanya bisa menyetorkan pendapatan daerah sebesar Rp 1 miliar. Perbandingan ini sebagai referensi guna membuka wacana edukasi kepada masyarakat.

Baca juga:  Bermain Narkoba, Napi Rutan Salatiga Bakal Dipindah Nusakambangan

“Perlu diketahui jika 1 meter kubik air seharga 1.100 rupiah sama dengan 5 tong sehingga masih sangat murah. Bayangkan kalau harus menimba air mengisi penuh 5 tong,” terang Samino,” tambahnya.

Samino menambahkan, kenaikan tarif sebesar Rp 100 akan berimbas pada peningkatan pelayanan. Terkait cara pembayaran, penggantian water meter gratis, pelayanan pembayaran, aduan layanan menyesuaikan perkembangan IT. “Jika ada petugas kami yang menarik biaya terhadap penggantian water meter, laporkan saya. Karena ganti water meter baru tanggungan kami,” tegasnya. (sas/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya