alexametrics

Kurangi Potensi Pikun, Ajak Lansia Menggambar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga
Kegiatan menggambar yang lazimnya dilakukan oleh anak-anak ternyata juga memiliki beragam manfaat untuk orang-orang lanjut usia (lansia). Tidak hanya bermanfaat untuk mempertahankan fungsi kognitif hingga mencegah pikun, aktivitas ini juga dapat meredakan stres.

Melihat banyaknya manfaat menggambar bagi lansia, aktivitas ini dipilih oleh para mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) untuk dibagikan ke para penghuni Panti Wreda Mandiri Salib Putih yang terletak di Jalan Merbabu Salatiga belum lama ini.

Sebuah kertas kosong dan alat menggambar seperti pensil dan spidol dibagikan ke para penghuni panti yang berjumlah 12 orang. Selanjutnya mereka diminta menggambar apa saja hal-hal yang terlintas di benak mereka.

Baca juga:  Warning!! Penyakit Kuku dan Mulut di Salatiga Sudah Makan Korban, 3 Ekor Sapi Mati

Satu persatu penghuni panti mencoretkan alat tulis ke atas kertas dan dalam waktu kurang lebih 15 menit, kertas kosong yang dibagikan telah berganti dengan beragam gambar.

Oma Rusmini misalnya, kertas putih yang diberikan para mahasiswa telah diisinya dengan gambar dua tangkai bunga. Satu berwarna merah dan satu berwarna kuning. Menurut Oma Rus, panggilannya sehari-hari, bunga-bunga tersebut seperti bunga yang dahulu sering ditanam di pekarangan rumahnya di Palopo, Sulawesi Selatan.

“Dulu waktu masih muda, Oma senang menanam bunga. Sekarang sudah tinggal di panti hanya bisa memandangi bunga-bunga yang tumbuh di sini,” tutur Oma Rusmini yang saat ini telah berusia 90 tahun.

Baca juga:  Pemkot Pekalongan Konsisten Bantu Kelompok Rentan Terdampak Pandemi

Lain halnya Om Ipin, pria berusia 49 tahun ini menunjukkan sebuah gambar rumah dan empat gambar orang. Dikatakannya, gambar tersebut adalah gambar panti dan teman-temannya sesama penghuni panti. Gambar-gambar yang dibuat oleh penghunti panti lainnya ada juga seperti suasana pegunungan, pohon kelapa, dan sawah.

Emil Venska Ayatanoi, koordinator mahasiswa yang memimpin jalannya kegiatan ini menyebut bahwa aktivitas yang dilakukannya bersama para penghuni panti merupakan implementasi mata kuliah gerontik. Sebelumnya mereka telah melakukan pengkajian kognitif dan hasilnya ditemukan sejumlah kondisi pada para lansia.

“Kegiatan kami dimulai sejak Januari, diawali dengan kajian kognitif kepada para lansia di tiga panti yakni Panti Wreda Sosial Salib Putih, Panti Wreda Maria Marta dan di sini. Dari kajian tersebut kami menemukan sejumlah kasus umum yang dialami oleh lansia seperti kesulitan tidur, penurunan daya ingat, penurunan kesehatan, hingga merasakan kesepian,” tutur Emil. (sas/bas)

Baca juga:  FKIK UKSW Edukasi Warga agar Jalani Pola Hidup Sehat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya