alexametrics

Tidak Takut Hidup Berdampingan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Seorang mahasiswi UKSW Salatiga Evelyn Febrian sempat ketakutan ketika terkonfirmasi Covid. Sempat menjalani isolasi mandiri (isoman). Ia sempat bingung. Usai mengetahui hasil positif, ia lantas memberi tahu pemilik kos dan teman-teman satu kos.

“Tidak seperti yang saya bayangkan, ibu kos justru meminta saya isoman di dalam kamar. Ibu dan teman-teman satu kos juga menyuplai kebutuhan saya seperti vitamin dan makanan,” aku Evelyn.

Perhatian itu membuatnya tenang dan aman. Ia bersyukur dan tidak merasa terasingkan. Bahkan dalam kondisi darurat dan dilarikan ke UGD Rumah Sakit didampingi pemilik kos tempatnya tinggal. Persisnya suatu malam tiba-tiba ia batuk darah dan mengalami perdarahan dari hidung. “Teman-teman di kos langsung menghubungi ambulan. Karena panik saya tidak membawa uang, justru ibu kos yang membantu biaya perawatan saya,” tambahnya.

Baca juga:  Pemkot Salatiga Bentuk Kelurahan Layak Anak

Pemilik indekos tempat Evelyn tinggal Yosefa Maria Kasmi mengaku dilakukan karena kemanusiaan. Ia sudah menganggap mahasiswa yang tinggal kosnya seperti anak sendiri. “Saat ada yang sakit ya saya rawat seperti anak sendiri, bergantian dengan mahasiswa lainnya. Kami menyiapkan makanan untuk Evelyn dan tiga anak kost yang terpapar Covid,” akunya.

Terpapar Covid bukanlah aib menjadi prinsip Maria. Meskipun baru kali pertama ada mahasiswa kos yang terkonfirmasi positif dirinya tetap bersedia menampung. Kamar mandi bagi mahasiswa yang terpapar dan yang tidak dipisahkan. Mereka tetap saling bertegur sapa meskipun jarak jauh. Selain bantuan dari lingkungan kosnya, Evelyn dan rekan-rekannya juga disupport satgas penanganan dan penanggulangan Covid-19 UKSW. Sejak melapor terpapar, setiap hari dikirimi logistik. (sas/fth)

Baca juga:  Mahasiswa UKSW Raih Juara Umum GenBi Korkom Semarang Cup

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya