alexametrics

Predator Anak Kandung di Salatiga Divonis 15 Tahun Penjara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pelaku pencabulan terhadap anak kandung Mar, divonis 15 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan tiga tahun dibandingkan tuntutan jaksa.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Salatiga membacakan vonis dalam sidang di PN Salatiga secara online, kemarin. Majelis hakim  menyatakan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak.

Terdakwa dinilai melanggar Pasal 81 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo. Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga:  405 Knalpot Brong Dimusnahkan

“Atas perbuatannya terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 15 tahun dan denda sebesar satu milyar rupiah subsider tiga bulan kurungan. Sedangkan terhadap barang bukti dirampas untuk dimusnahkan,” kata majelis.

Atas putusan tersebut,  penuntut umum menyakan sikap pikir – pikir.  Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Salatiga menuntut Mar, pelaku pencabulan anak kandungnya penjara 18 tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga (Kajari) Moch Riza Wisnu Wardhana SH mengatakan, tuntutan dibacakan dalam persidangan yang dilakukan secara online. JPU menilai, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa dinilai terbukti secara sah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga.

Baca juga:  Anggota Satlantas Mendadak Dites Narkoba

Yaitu terhadap korban yang merupakan anak kandung tersangka sendiri. Dan aksi ini telah berlangsung sejak anak korban berusia sekitar 4 atau 5 tahun. Saat ini korban sudah berusia 16 tahun.

Sebagaimana diketahui, aksi bejat dilakukan sejak 2009 silam. Awalnya, pelaku sekeluarga pergi ke rumah saudaranya di Karanganyar. Namun, ia dan anaknya pulang berdua. Saat itulah muncul niat jahat pelaku. Pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap anak kandung dengan iming-iming imbalan uang sebesar Rp 10 ribu dan diancam untuk tidak lapor ibunya.

Pelaku menggunakan plastik es lilin untuk membungkus alat kelaminnya sebelum melakukan persetubuhan terhadap anak korban. Lalu sampai keluar air maninya di dalam plastik lalu membuangnya ke kebun belakang rumah. (sas/fth)

Baca juga:  Rutan Salatiga Juara 2 Pemberitaan Positif

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya