alexametrics

Alih Status Menjadi UIN di Depan Mata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Institut Agama Islam Negeri Salatiga mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Auditorium dan Student Center Kampus III, kemarin. Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag memberikan apresiasi kepada para guru besar yang dikukuhkan, “Selamat untuk para guru besar yang dikukuhkan hari ini. Syukur alhamdulillah kita bisa kembali menyaksikan sejarah besar terulang. Pengukuhan tiga guru besar secara bersamaan juga pernah terjadi saat IAIN Salatiga masih berstatus STAIN.”

Prof. Zakiyuddin berharap di masa yang akan datang akan lebih banyak guru besar yang dikukuhkan di IAIN Salatiga. IAIN Salatiga terus mendorong produktivitas civitas akademika terutama dosen dalam menulis karya ilmiah.

Baca juga:  22 Tim Ramaikan Turnamen Nusantara Futsal

Yang berdampak, bermanfaat, dan dapat dibaca banyak orang di dunia Tahun ini ada dosen dan tenaga kependidikan IAIN Salatiga yang masuk ke _Top 5000 Scientists_ versi AD Scientists Index. Hal ini dan pengukuhan tiga guru besar hari ini menunjukkan bahwa IAIN Salatiga siap menyongsong era baru, alih bentuk IAIN Salatiga menjadi UIN Salatiga sudah di depan mata,” tambahnya.

Tiga guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Adang Kuswaya, M.Ag. sebagai guru besar bidang Ilmu Tafsir; Prof. Dr. Benny Ridwan, M.Hum sebagai guru besar bidang Ilmu Sosiologi Islam, dan Prof. Kastolani, M.Ag., Ph.D. sebagai guru besar bidang Ilmu Sejarah dan Pemikiran Islam.

Baca juga:  Proses Belajar Mengajar Harus Terus Beradaptasi

Dengan adanya pengukuhan ketiga guru besar itu, IAIN Salatiga memiliki sebelas guru besar. Jumlah guru besar di IAIN Salatiga masuk empat terbanyak di lingkungan IAIN se-Indonesia

Prof. Dr. Adang Kuswaya dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Konstestasi Muslim Salatiga dalam Konstruksi Budaya Damai; Aplikasi Pendekatan Hermeneutika Sosio-Tematik atas Konsep Hidup Damai dalam Al-Quran  menyebutkan Islam mengajarkan perdamaian sebagai prinsip hubungan antarumat manusia dengan mengaitkan kata Islam dengan makna perdamaian.

“Setiap manusia yang mendeklarasikan diri sebagai Muslim wajib mengejawantahkan perdamaian sebagai prinsip interaksi sosial,” katanya. (sas/fth)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya