alexametrics

40 Mahasiswa Satukan Budaya Tiga Negara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Sebanyak 40 mahasiswa dari dua universitas bernegara bertemu dan saling bertukar kebudayaan.  Meski virtual, tidak mengurangi semangat 20 mahasiswa program studi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin (FId) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan 20 mahasiswa Department Tourism Management Kirirom Institute of Technology Kamboja dalam mengikuti acara Virtual Cultural Exchange.

Student coordinator Dwi Ratna Anggraeni menyebut para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai budaya Kamboja, Jepang dan Indonesia. Kegiatan secara online menggunakan platform zoom meeting. Selama tiga hari Jumat hingga Minggu (3-5/11) peserta saling berdiskusi dan bertukar pikiran. Mengenai berbagai topik seputar pariwisata seperti national tourism development, culture serta popular tourism destinations. “Kami saling menceritakan seputar kehidupan sehari-hari baik di Indonesia, Kamboja dan Jepang. Kebudayaan Jepang tak luput menjadi fokus kami karena sejumlah mahasiswa KIT berasal dari Jepang,” kata Ratna.

Baca juga:  Meuthia Cita Sejati, Pengalaman Belajar di Korea

Mahasiswi FId tersebut menambahkan, kegiatan ini dilatarbelakangi motivasi untuk menjalin hubungan baik antara kedua universitas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih lebar untuk mengadakan acara lain. Seperti pertukaran pelajar, praktik magang ataupun study visit secara bergantian. “Kami juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara reguler setiap tahun,” ujarnya.

Ratna menambahkan, tidak hanya saling bertukar wawasan melalui diskusi, para peserta juga bertukar kebudayaan. Dalam sesi sharing culture mahasiswa FID menampilkan video virtual exhibition yang terdiri dari ArcGIS, kegiatan kelas Jepang, short video tourism advertising, master plan dan juga komik cerita rakyat. Ditampilkan pula performance art yang berupa tarian khas dari beberapa daerah di Indonesia seperti tari Tanggai dari Sumatera, tari Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah, tari Giring-Giring dari Kalimantan serta tari Harama dari Nusa Tenggara Timur. “Kemudian ditutup dengan mahasiswa yang menyanyikan lagu Tanah Airku dan lagu Maumere dengan gerakan tarian bersama,”  tambahnya.

Baca juga:  Polres Salatiga Bentuk Tim Khusus Antisipasi Khilafatul Muslimin

Peserta dari KIT memperkenalkan dua budaya yakni Kamboja dan Jepang berupa tarian, lagu tradisional Kamboja serta membuat origami. Kegiatan yang sepenuhnya dikoordinir mahasiswa dari dua universitas ini memperoleh sambutan dan apresiasi dari para pengajar.

Kepala departemen Tourism Management KIT Dr. Vanny mengatakan bahwa ini merupakan kolaborasi pertama antara KIT dan UKSW sejak kedua belah pihak sepakat menandatangani kerjasama pada Agustus lalu.

Pihaknya berharap ke depan akan terbuka kolaborasi lain misalnya di bidang penelitian. Joint event ini disebutnya merupakan usaha bersama mahasiswa sehingga diharapkan mahasiswa semakin terlatih dalam menyiapkan sebuah event. “Kami ingin memberikan kesempatan bagi mahasiswa merasakan pengalaman membuat event serta saling bertukar wawasan,” jelasnya.

Baca juga:  Dewan Minta Pembelian Lahan TPU Dikaji Ulang

Dekan FId UKSW Titi Susilowati Prabawa Ph.D., berharap kegiatan yang diselenggarakan di tengah masa pandemi dapat memperlengkapi mahasiswa dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang berbeda budaya dan background. Ia mengaku senang bisa menggelar kegiatan yang dapat menjadi ajang untuk promosikan persahabatan ini meskipun dalam kondisi pandemi. “Saya berharap kita dapat terus mempertahankan kolaborasi dan juga berlanjut dalam kegiatan-kegiatan lainnya,” tambahnya. (sas/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya