alexametrics

Dosen UKSW Terima Hibah Kedaireka Rp 500 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Dr. Hanna Ariani Parhusip berhasil meraih hibah program Matching Fund Kedaireka dari Pemerintah Indonesia.

Matching Fund ini merupakan bentuk nyata dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara lembaga perguruan tinggi dengan pihak Industri.

Rangkaian kegiatan Matching Fund Kedaireka Dr. Hanna, telah mengadakan acara Konsinyering Riset Matching Fund Kemendikbudristek Pengembangan Sistem Cerdas AI Mining untuk Sensor Akuisisi Data. Kegiatan ini diikuti 50 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UKSW, perwakilan dunia industri dan juga dari BATAN Jogjakarta.

Dr. Hanna Ariani Parhusip sekaligus ketua tim penelitian mengatakan rangkaian kegiatan bermula saat dirinya memperoleh hibah Matching Fun Kedai Reka sebesar Rp 500 juta dari Kemendikbud Ristek. Dengan dana hibah ini, kemudian bersama tim penelitiannya melakukan penelitian sistem cerdas AI Mining yang nantinya akan digunakan di dunia industri.

“Kami juga mendapatkan 500 juta dari mitra. Sehingga total ada satu miliar rupiah untuk melakukan penelitian ini. Didukung mitra dan juga dosen-dosen dari beberapa fakultas di UKSW, saat ini sudah dibuat prototipe sistem cerdas AI Mining yang nantinya akan ditempatkan di laboratorium,” katanya.

Dalam kegiatan konsinyering dilakukan presentasi prototipe AI Mining oleh Atyanta N. Rumaksari dosen FTEK dan Hindriyanto Dwi Purnomo, Ph.D., dosen FTI dihadapan para akademisi mahasiswa dan juga perwakilan industri yang hadir secara offline dan juga online.

Dipaparkan kedua dosen tersebut bahwa dalam prototipe AI Mining terdapat 20 sensor yang dapat mengukur antara lain kualitas udara, kecepatan angin, arah angin, getaran, cahaya dan sensor lainnya.

Data yang doperoleh dari industri dimasukkan ke dalam suatu sistem cerdas yaitu AI Mining yang didalamnya terdapat 20 sensor kemudian dianalisis. Alat ini mempunyai self-power berupa sel surya dan juga terhubung dengan koneksi internet sehingga bisa menyajikan analisa dengan cepat. “Data yang telah diproses oleh 20 sensor ini nantinya bisa digunakan sebagai warning system di sebuah lokasi industri,” tambahnya.

Dirut PT. Semesta Eltrindo Pura Ronny Kusnohardjo menambahkan konsinyering menyambut baik penelitian yang dilakukan Dr. Hanna dan tim. Penelitian ini disebutnya sebagai sebuah bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Semoga apa yang dihasilkan oleh cendekia UKSW dapat kami tampung dan wujudkan dalam bentuk yang layak sesuai dengan level industri dan banyak perusahaan yang mau memakainya sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” tambahnya.

APU  mitra dari BATAN Prof. Ir. Yohanes Sardjono menambahkan penelitian menggunakan model pentahelix. Dimana melibatkan lima unsur yang terdiri dari akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan juga media.

Pembantu Rektor V UKSW bidang penelitian dan pengabdian masyarakat Dr. Suryasatriya Trihandaru,  berharap dengan dana hibah ini dapat mendukung pembuatan laboratorium AI-IOT yang sedang dalam proses penyelesaian. (sas/fth)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya