alexametrics

Si Sagu Mudahkan Supervisi Akademik Guru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Herry Sanoto menciptakan Sistem Informasi Manajemen Supervisi Guru (Si Sagu). Sebuah aplikasi yang dirancang untuk memudahkan supervisi akademik guru yang bisa digunakan secara offline dan online.

Dalam penelitiannya Herry Sanoto menggandeng dosen dari Universitas Negeri Semarang Prof. Soesanto, Dr. Ari Tri Soegito, dan Dr. Kardoyo.  Penelitian yang dilakukan Herry Sanoto dan tim berangkat dari kepedulian untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat yang termasuk dalam wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Peningkatan kualitas tersebut salah satunya dilakukan dengan memperbaiki mutu dan profesionalisme guru melalui proses supervisi akademik.

Herry Sanoto mengatakan, akses di wilayah tersebut masih cukup sulit. Infrastruktur jalan masih kurang memadai. Sehingga tim penelitian ini mencoba memecahkan permasalahan rendahnya capaian pelaksanaan supervisi akademik dalam membangun sistem supervisi akademik. “Dengan Si Sagu bisa memudahkan supervisi akademik guru yang bisa digunakan secara offline dan online,” katanya.

Baca juga:  Polisi Buru Sopir Truk Tronton Penyebab Kecelakaan Maut di JLS Salatiga

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKSW ini menambahkan, aspek pembeda dan yang mendukung proses pengembangan sistem supervisi akademik dilakukan secara online adalah sudah tersedianya akses internet di masing-masing kecamatan. Akses internet ini merupakan salah satu program nawacita dalam memberikan pemerataan pembangunan di daerah 3T.

Sehingga setiap kecamatan memiliki jaringan Very Small Aperture Terminal (VSAT). Hal tersebut mendukung proses sistem supervisi akademik online yang dikembangkan dalam penelitian ini. “Sehingga berlangsung lebih efektif dan efisien dilaksanakan di daerah 3T, khususnya di Kabupaten Bengkayang,” ujarnya.

Dengan Si Sagu, supervisi bisa lebih mudah dilakukan. Jika sebelumnya terhambat akses, jumlah pengawas dan jauhnya jarak teratasi karena prosesnya dilakukan secara online. Produk ini mempermudah proses supervisi baik dari dinas pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah dan juga guru. “Aplikasi ini sebagai terobosan dan tidak banyak peneliti yang melakukannya di daerah 3T,” terang

Baca juga:  UKSW Raih Anugerah Diktiristek 2021

Herry Sanoto menambahkan, tim terus melakukan pelatihan dan juga pendampingan secara secara offline melalui forum group discussion dan juga online. Langkah itu  agar para pelaksana supervisi di lapangan semakin terbiasa dengan sistem yang baru ini. “Terakhir kami melakukan pelatihan online untuk 12 sekolah, 6 pengajar, 12 kepala sekolah dan 24 guru,” tambahnya. (sas/fth) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya