alexametrics

Konservasi Daerah Tangkapan Air Tanah di Salatiga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Tidak melulu menggelar aksi donor darah, PMI Kota Salatiga juga gencar menggelar aksi lingkungan. Salah satunya membuat biopori di Dusun Kembang, Kelurahan Randuacir.

Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air. Tujuannya untuk mengatasi genangan.

Wakil Wali Kota Salatiga, Dr Muh Haris selaku Ketua PMI Kota Salatiga, menyampaikan, selain sebagai resapan air, biopori juga berfungsi sebagai peningkatan daya resap air pada tanah untuk menghasilkan kompos.

Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah.

“Mohon dukungan dan bimbingan bagi PMI Kota Salatiga memberikan yang terbaik untuk pembangunan Kota Salatiga tercinta,” ucap Haris.

Baca juga:  PJ Wali Kota Salatiga ke Upacara Naik Dokar

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Arif Suryadi menyampaikan, pihaknya melihat wilayah Kembang sebagai bagian dari daerah tangkapan air pada Cekungan Air Tanah (CAT).

Karena itu, wilayah tersebut menjadi bagian konservasi lingkungan hidup. Mengingat daerah-daerah bawah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari satu ekosistem lingkungan.

“Inilah yang coba kami lihat kembali, karena sumber air utama bagi warga Salatiga adalah di Senjoyo. Padahal daerah tangkapannya di wilayah Randuacir, sehingga jika tidak dilakukan upaya konservasi di wilayah ini, maka debit air yang ada di Senjoyo pun akan berkurang,” jelas Arif. (sas/zal) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya