alexametrics

Ahli Waris Belum Diganti Rugi, MIN Salatiga Dijual

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Pagar sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Salatiga di Gamol RT 4/RW VI, Kecandran Sidomukti dipasangi tanda dijual.

Pemasangan dilakukan oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris pemilik lahan tersebut.

Poster bertuliskan “Dijual cepat tanah seluas kurang lebih 931meter persegi, tanpa perantara”.

Selain itu juga ada pengumuman bertuliskan “Perhatian!! tanah ini adalah milik kami secara sah.

Selaku ahli waris dari alhmarhum bapak Sarkowi berdasarkan kutipan buku C No.763 dan SPPT No. 33.73.040.001.023-0005.0. akan kami pecah waris”.

Warga yang memasang pengumuman tersebut adalah Juwarno, 65 dan Sugiman, 69. Keduanya didampingi kuasa hukumnya Ely Lidiana SH. Ely mengatakan, pemasangan spanduk MMT tersebut adalah upaya dan bentuk protes ahli waris terkait persoalan tanah miliknya tempat bangunan MIN berdiri.

Baca juga:  Digitalisasi, Tingkatkan Kualitas Layanan dan Transparansi

Dijelaskan dia, sesuai surat C Desa ataupun SPPT, status lahan masih milik almarhum Sarkowi. Dulunya Sarkowi adalah salah satu pemuka agama wilayah Gamol ini. Saat itu masyarakat di lingkungan Gamol butuh sekolah.

Selanjutnya diumumkan, siapa yang tanahnya dijadikan tempat untuk sekolah akan ditukar dengan luasan tanah tiga kali lipat dari yang dipakai.

Berhubung saat itu tidak ada yang unjuk jari, kata Ely, maka Sarkowi menawarkan jika dirinya punya lahan tanah di tepi jalan.

Dan setelah disepakati, saat itu tanah Sarkowi ditukar dengan tanah bengkok yang saat ini berada di sebelah di Jalan Lingkar Salatiga kurang lebih seluas 2700 meter persegi.

“Jadi saat itu pihak keluarga sudah tenang karena sudah ada pengganti tanah yang dipakai untuk MIN,”jelas Ely.

Baca juga:  Yuliyanto: Atlet Wirausaha Silahkan Ajukan Bantuan

Selanjutnya pada 2007, sebagian tanah pengganti tersebut terkena pembebasan lahan untuk dibangun Jalan Lingkar Salatiga (JLS). Namun ahli waris ternyata tidak mendapat ganti rugi. Ternyata rencana tukar guling itu masih sebatas lisan.

“Sehingga tidak ada keterangan apapun tentang perpindahan hak kepemilikan lahan pak Sarkowi,” terang Elly.

Fakta itu membuat para ahli waris kebingungan. Mereka ingin haknya dikembalikan. Diberikan ganti rugi lahan lain atau lahan yang kini didirikan MIN itu dibeli. “Diganti dengan harga pasaran. Kisaran Rp 1 juta per meter,” imbuh Elly.

Mereka mengaku sudah berkali-kali datang ke Kementerian Agama (Kemenag) Salatiga untuk menyampaikan masalah ini. Namun hingga kini belum ada kepastian.

Baca juga:  Salurkan Rp 2,9 Miliar Santunan Kematian untuk 2.905 Ahli Waris

Sementara itu, Kepala Kemenag Taufiqurahman ketika dikonfirmasi belum mau memberikan keterangan dengan jelas. “Masih didalami,” jelasnya. (sas/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya