alexametrics

Biaya Sewa Terlalu Mahal, Pedagang Blok F Pasar Raya II Salatiga Wadul Dewan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pengguna ruko blok F Pasar Raya II Salatiga mengadu ke DPRD. Mereka khawatir tergusur bila tidak memenuhi persyaratan dari Dinas Pasar.  Pedagang meminta dewan menjembatani persoalan harga sewa kepada pemkot. Berharap ada keringanan biaya sewa, mengingat masih dalam suasana pandemi.

Anggota DPRD Salatiga Fathur Rahman mengakui dirinya dicurhati oleh para pedagang. “Kalau bisa dirembug, sebaiknya dirembug. Kondisi saat ini sedang sangat sulit. Bagi pedagang untuk bertahan saja susah,” terang Fathur Rahman saat ditemui wartawan, kemarin pagi.

Menurutnya, dengan penguasaan penuh akan ruko di blok F, maka pemkot akan lebih mudah untuk merubah kebijakan. “Keluhan para pedagang ini juga sudah kita sampaikan ke rekan dewan lainnya,” ujar Maman, sapaan akrab politisi senior tersebut.

Baca juga:  Ratusan Driver Ojek Online Divaksin

Dari informasi yang diterima, seluruh pedagang diminta mengisi dan mengumpulkan surat pernyataan. Isinya, selaku eks pemegang HGB terkait penggunaan aset daerah berupa tahan dan bangunan di blok F. Sewa aset terhitung tanggal 5 Juni 2021 sampai 4 Juni 2023. “Batas akhir pengirimannya Kamis (26/8). Kami berusaha untuk melakukan negosiasi,” tutur salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Pedagang juga berusaha menemui Wali Kota Yuliyanto guna meminta kebijaksanaannya. Mereka yakin, orang nomor satu di pemkot tersebut bisa membantu warganya yang tengah kesulitan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para pedagang blok F mengeluhkan mahalnya harga perpanjangan sewa ruko. Mereka meminta pemkot mengkaji ulang, terlebih di masa pandemi ini. Di blok F terdapat 16 ruko. Paling kecil berukuran 3 x 7 meter. Terdiri dua lantai. Ada juga yang agak lebar.

Baca juga:  Prokompim Setda Salatiga Sabet Juara Lomba Video Pendek

Pemkot melalui Dinas Pasar mematok harga Rp 27 juta per tahun. Minimal harus diperpanjang dua tahun. Sehingga pedagang minimal harus menyiapkan dana Rp 54 juta. Blok tersebut sebelumnya dihuni dengan alas HGB selama 25 tahun.

“Dulu sewa mulai 1996. Namun karena ada masalah hukum, baru bisa dihuni pada tahun 2000. Dan selesai Mei 2021,” tutur Zuhri, salah satu pengguna ruko. Ia menilai angka yang ditawarkan pemkot terlalu mahal. (sas/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya