alexametrics

Polisi Amankan Barang-Barang Milik Bandar Arisan Online yang Bawa Kabur Uang Member

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Sejumlah petugas kepolisian mengamankan barang – barang yang ditinggalkan bandar arisan online berinisial RAP pada Jumat (20/8/2021). Rumah kontrakan yang berada di blok C Perumahan praja Mukti itu ditinggal tanpa dikunci.

“Pihak RT meminta kepolisian untuk mengamankan barang – barang milik bandar arisan ini. Karena banyak orang yang hendak mengambil barang yang ada di rumah ini,” ujar salah satu petugas yang ditemui Jawa Pos Radar Semarang di lokasi.

Polisi membawa satu truk dalmas dan satu mobil bak terbuka kecil. Polisi mendokumentasi setiap barang yang diambil. Mulai dari lemari es dua pintu sepeda moto, lemari, kipas angin, hingga kasur springbed.

Baca juga:  Tabrak Pemotor, Angkutan Prona Terguling di Jalan Soekarno Hatta Salatiga

Rumah yang dikontrak RAP cukup sederhana. Namun barang – barang yang dimiliki cukup bermerk. “Maklum, uangnya banyak jadi barangnya bagus-bagus,” celetuk salah satu tetangganya.

Rumah yang disewa memang ukuran standar. Sekitar 6 x 12 meter persegi. Terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur, satu kamar mandi dan dapur. Ruangan sejuk karena terpasang pendingin ruangan.

Baca juga : Total Kerugian Korban Arisan Online Capai Rp 55 Miliar, Ratusan Warga Blora Geruduk Pengepul

Warga sekitar menyaksikan proses pengamanan aset tersebut. Termasuk ibu-ibu dan anak – anak. Kegiatan dilakukan usai salat Jumat sampai dengan pukul 14.00. Semua barang yang diambil kemudian diamankan di mapolres Salatiga.

Baca juga:  Rutan Salatiga Kedepankan Pelayanan Berbasis HAM

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah warga mengadu ke Polisi berkait lelang arisan online. Mereka khawatir akan raibnya uang yang sudah disetorkan untuk arisan tersebut.

Dari penelusuran wartawan, kota Salatiga ada dua bandar lelang arisan. Memang menggiurkan. Masyarakat ditawari untuk mengikuti slot arisan. Nilainya bervariasi bisa jutaan sampai puluhan juta rupiah. Sistemnya lelang, arisan akan jatuh tempo dengan hasil yang lebih besar dari uang yang disetor. Jika berminat, maka harus menyetor uang sebesar nilai lelang.

“Misalnya lelang arisan 20 September senilai Rp 15 juta. Maka cukup membayar Rp 13 juta. Dan diberikan saat jatuh tempo,” jelas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga:  Hari Jadi ke-1.271 Kota Salatiga, Gotong Royong Melawan Covid-19

Ketua RT tempat tinggalnya, Agus Abusiri menyebut jika bandar tersebut hanya kontrak. “Orangnya bermasalah dengan tetangga. Baru mengontrak empat bulan. Jarang bersosialisasi. Dan tanggal 16 Agustus kemarin banyak didatangi orang yang kelihatannya meminta tanggungjawabnya,” jelas Agus, ketua RT. Sekitar 50an orang yang datang mencari bandar arisan itu.

Rumahnya di gembok oleh pihak RT. Penghuni sudah meninggalkan rumah pada Jumat (13/8/2021) malam tanpa diketahui tetangga.  Di teras rumah masih ada sepeda motor nmax, mobil mobilan listrik dan beberapa barang.

Beberapa orang sempat hendak mengambil barang yang ada didalamnya. Tetapi saya cegah sampai ada kejelasan permasalahannya,” tutur Wisnu, yang tinggal disebelah rumahnya. (sas/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya