alexametrics

PDIP Tolak Pembangunan Rumdin Ketua DPRD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Sejak pagi warga Salatiga yang melintas di Lapangan Pancasila dibuat penasaran. Sebanyak 44 spanduk berukuran sekitar 1 x 3 meter dengan warna merah mencolok terpampang. Isinya penolakan rencana pembangunan rumah dinas (rumdin) ketua DPRD. Yang menolak DPC PDIP. Menjadi penasaran lagi karena ketua DPRD saat ini adalah kader PDIP juga.

Saat ditelusuri, lokasi yang akan dibangun rumah dinas berada di Jalan Jendral Sudirman 127. Lahannya cukup luas. Sudah ada bangunan satu rumah. Dari papan yang tertera di depan dituliskan luas lahan yakni 1.578 m2.

Agus, penjual makanan di depan lokasi menyebutkan, rumah itu kosong sekitar satu tahun terakhir. Rumah empat kamar itu sebelumnya ada penghuninya. Dua bulan terakhir, sejumlah tenaga mulai mengerjakan bangunan tersebut. Meratakan tanah dan mengecor jalan masuk ke rumah tersebut. “Kemarin belum ada spanduk penolakannya. Tadi pagi sudah terpasang. Dan pekerja sekarang libur,” ujarnya.

Baca juga:  Targetkan Semua Mahasiswa UKSW Tervaksin dalam Dua Hari

Sempat ada sengketa kepemilikan dengan pemkot. Kemudian keluar keputusan MA yang mensahkan menjadi aset pemkot per tahun 2019. Sedianya akan dibuat kantor Satpol PP. Tetapi belakangan kabarnya diminta Setwan untuk dibangun rumah dinas dewan. Dalam laporan keuangan tahun 2020, sudah masuk asetnya Sekretariat DPRD. Rencana pembangunan dengan biaya berkisar Rp 2 miliar.

Sejumlah politisi PDIP yang berada di kantor DPRD kemarin pagi belum mau memberikan statemen berkait penolakan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Dance Ishak Palit menuturkan, pihaknya sudah akan menunda rencana pembangunan rumdin itu. Ia menjelaskan jika rencana pembangunan itu sudah lama dan melewati prosedur yang ada. Sudah cukup lama dibahas pula di Badan Anggaran.

Baca juga:  IAIN Salatiga Raih ISO 37001 SMAP

“Secara pribadi saya tidak ada keuntungan. Karena jika ada rumah dinas, maka tunjangan perumahan saya hilang,” terang Dance.

Ia mengakui jika rumah pribadinya saat ini cukup kecil. Tamu empat orang yang datang pun sudah terasa penuh. “Apalagi sekarang banyak tamu yang datang,” jelasnya. Namun, jika ada masyarakat yang menganggap ini belum saatnya ada pembangunan rumah dinas ketua dewan, ia pun siap untuk menundanya. (sas/zal)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya