alexametrics

Kenalkan Kampung Telo ke Dunia Internasional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga –  Wali Kota Salatiga Yuliyanto akan membawa Kota Salatiga ke dunia internasional melalui Unesco Creative Cities Network (UCCN) di bawah PBB. Bahan yang diperkenalkan adalah singkong.

Salatiga memiliki kampung telo. Salah satunya yang terkenal adalah D9. Wali Kota yakin, dengan olahan ketela bisa membawa Kota Salatiga dikenal oleh masyarakat internasional. Sebab, partisipasi masyarakat dan UKM khususnya bidang makanan olahan singkong di Kota Salatiga, setidaknya telah mampu memberikan kontribusi asset sebesar Rp 15 miliar per tahun.

“Ini sangat luar biasa. Meskipun tanpa ada bantuan dari Pemerintah yang mencapai ratusan juta bahkan milyaran rupiah, tetapi dari para pelaku usaha kuliner berbahan dasar ketela atau singkong ini bisa mendatangkan pendapatan sebesar Rp 15 miliar di Kota Salatiga. Tentunya yang belanja tidak hanya warga Kota Salatiga, tetapi dari luar Kota Salatiga yang uangnya berputar di Kota Salatiga,” ungkap Yuliyanto, saat mencanangkan Kota Salatiga sebagai Kota Kreatif Kuliner ‘Goes To UCCN’, di Rumah Dinasnya.

Baca juga:  Sekjen Kemenag Minta Komitmen Pimpinan untuk Lakukan Reformasi Birokrasi

Yuliyanto menyampaikan, sebelum pencanangan, sekira 6 bulan lalu, ia menerima informasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) terkait adanya kegiatan kota kreatif dunia untuk Kota Salatiga. Sempat terfikir saat itu dua pilihan yang tepat untuk Salatiga Goes To UCCN, yakni Salatiga sebagai Kota Literasi karena sudah empat kali berturut-turut mendapat predikat kota toleran dan Salatiga sebagai Kota Kuliner.

Namun, setelah melalui diskusi dengan melibatkan masyarakat dan melalui tahapan-tahapan cukup panjang, akhirnya Wali Kota mengambil pilihan Salatiga sebagai Kota Kuliner.

Dengan memilih kuliner berbahan dasar singkong ini diharapkan akan menumbuhkembangkan kuliner lainnya seperti kopi dan makanan olahan lainnya. Masyarakat tidak perlu berkecil hati, karena makanan ketela bukan makanan orang kampung. Tetapi, masyarakat perkotaan, restoran dan kafe sudah banyak yang menyediakan makanan tradisional berbahan dasar ketela tersebut sebagai makanan favorit.

Baca juga:  Pemkot Salatiga Bakal Perbanyak Event Olahraga

“Selain Salatiga, kota-kota di Indonesia yang sudah masuk sebagai kota kreatif yakni Kota Pekalongan, Kota Bandung dan Kota Ambon. Sebenarnya Kota Solo sudah sangat ingin bisa masuk dan mengikuti kota kreatif dunia ini, tetapi belum bisa, ” tuturnya. (sas/bas) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya