alexametrics

Museum Witte Kruis di Bekas Gudang Kopi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Lembaga Yayasan Sosial Kristen Salib Putih merayakan peringatan hari jadi ke-119. Dalam kegiatan itu, diadakan pembukaan awal  (soft launching) rumah museum “Witte Kruis” di bekas gudang kopi. Sebelum jadi gudang, tempat itu dipakai untuk merawat anak asuh Panti yang dikelola Salib Putih.

Rumah museum berisi tentang foto, literasi hingga benda – benda peninggalan jaman Belanda. Termasuk berbagai peninggalan A. Th. van Emmerik, orang Belanda yang juga pendiri Salib Putih.

Selain museum, yayasan juga mengadakan cek Kesehatan/Lab Gratis bagi warga Salib Putih, warga Gereja dan warga Panti yang dinaunginya (Panti Asuhan, Panti Wredha dan Panti Karya). Juga dilaksanakan tabur bunga ke makam A. Th. van Emmerik dan keluarganya di lingkungan Salib Putih serta kebaktian ucapan syukur.

Baca juga:  Taman Cerdas Dilengkapi Jogging Track

Arief Sadjiarto, ketua YSKSP menerangkan bahwa tujuan diadakan soft launching rumah museum “Witte Kruis” bukan untuk mengkultuskan peran individu. Melainkan memberi gambaran bahwa usaha kemanusiaan selama kehidupan Salib Putih tetap menjadikan fokus utama dalam pelayanan Salib Putih sepanjang masa.

Museum ini dimaksud untuk membangun eforia kemanusiaan dan ragam pelayanan masa lalu yang saat ini mulai menipis karena pengutamaan egoisme. Museum dirancang menjadi ikon wisata sambil menikmati hasil kopi dari Salib Putih dan usaha pelestarian bangunan kuno.

Kelengkapan isi museum diharapkan dapat teratasi sampai tahun depan di saat ulang tahun yang ke 120. Sudah mulai berdatangan bantuan dari pelaku-pelaku sejarah Salib Putih saat persiapan museum.

Baca juga:  Anggota Satlantas Polres Salatiga Dites Urine

Pendeta Simon Yulianto, salah satu Pembina YSKSP menyebutkan bahwa peringatan ulang tahun dalam kondisi covid19 saat ini mengingatkan kepada perjuangan para pendiri Salib Putih dan pengelola sesuai jamannya yang penuh kasih dalam membantu masyarakat yang terlantar (anak dan orang tua).

Pemerhati sejarah di Salatiga Anthony Tumimomor berharap museum ini bisa menjadi museum lokal (swasta) pertama di Kota Salatiga. Mampu memberikan literasi sejarah mengenai kisah kehidupan sebuah koloni Witte Kruis (cikal bakal Salib Putih) yang didirikan oleh Adolf van Emmerik beserta istrinya yang penuh kasih menjalankan misi sosial kemanusiaan sejak tahun 1902.

“Selain itu, museum ini juga akan menyajikan berbagai benda saksi bisu dari kehidupan yang terjadi dikoloni pada masa itu, seperti Alkitab beraksara dan berbahasa Jawa, Daftar Buku Penduduk Warga Witte Kruis, Perangkat lengkap operasi, Meja Kerja Alice van Emmerik, Perangko Witte Kruis yang dicetak tahun 1931, Alat pemintal kapas manual, perangkat makan minum warga. (sas/bas)

Baca juga:  40 Mahasiswa Satukan Budaya Tiga Negara

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya