alexametrics

Daging Impor Masuk Pasar Tradisional Salatiga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Sebanyak 15 kg daging impor ditemukan beredar di pasar tradisional. Hal ini melanggar ketentuan edar, karena bisa merugikan peternak lokal.

Temuan itu dihasilkan saat tim dari Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga melakukan sidak di Pasar Pagi. Kendati demikian, salah satu hasil positifnya adalah tidak diketemukannya penjual daging glonggongan. “Tadi ditemukan daging impor yang belum mendapatkan legalitas dari provinsi. Hal ini jika dibiarkan akan merugikan peternak lokal dan konsumen karena harganya bisa di bawah daging lokal,” ujar Kepala Dispangtan Kota Salatiga Nunuk Dartini kepada wartawan usai kegiatan.

Lebih jauh Nunuk menegaskan, kualitas daging impor belum bisa terjamin. “Antara kemasan luar dengan isinya juga berbeda. Dari Dinas peternakan provinsi sudah mengambil sampel daging impor (berupa otot) untuk dibawa ke laboratorium,” imbuh Nunuk.

Baca juga:  Toleransi jangan Sekedar Slogan

Selanjutnya Dispangtan, sesesui tugas fungsinya akan melakukan pembinaan kepada pedagang terkait daging impor tersebut. Dan langkah berikutnya bersama tim gabungan melakukan operasi secara rutin. “Kalau sudah kita peringatkan beberapa kali pedagang masih tidak mengindahkan, kami akan melibatkan aparat kepolisian untuk melakukan penindakan secara hukum, ” paparnya.

Sementara itu drh Christina Susiloningsih menambahkan, daging impor memang sah masuk ke Indonesia. Hanya saja peredarannya terbatas. Tidak di pasar tradisional. “Daging impor ada 15 boks yang masuk Semarang. Salah satunya dijual di Salatiga ini, ” terang Christina. Biasanya daging impor masuknya ke hotel berbintang. (sas/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya