alexametrics

Salatiga Barometer Ketentraman Nasional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Memelihara toleransi di kota yang sering dijuluki sebagai “Indonesia Mini” adalah suatu hal yang mutlak dilakukan. Mengingat, Kota Salatiga adalah barometer ketentraman dan keamanan nasional.

“Untuk itu, membuat kebijakan yang sarat toleransi, mengimplementasikannya, kemudian memompa semangat seluruh elemen untuk merawat toleransi adalah upaya yang terus menerus kami kerjakan,” terang Wali Kota Yuliyanto pada acara Peace Train Indonesia (PTI) ke-12 di Salatiga belum lama ini.

Kegiatan ini hasil kerja sama Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dengan Yayasan Percik dan Sobat Muda Salatiga.

Yuliyanto juga berpesan kepada seluruh peserta Peace Train untuk terus menyemaikan perdamaian di kota-kota yang mereka singgahi. Sebab Indonesia perlu generasi muda yang mau dan mampu untuk meng-counter radikalisme, primordialisme, serta perilaku-perilaku yang memecah belah persatuan.

Baca juga:  Padukan Pertanian dan Wisata 

“Jadikan Empat Pilar sebagai landasan hidup, sehingga nyala api perdamaian akan senantiasa terasa di seluruh penjuru tanah air,” tandas Yuliyanto.

Sementara, Direktur Pelaksana Yayasan Percik, Haryani Saptaningtyas menyambut baik kegiatan PTI. Pihaknya bangga menjadi tuan rumah bagi perwakilan generasi muda se-Indonesia.

Menurutnya, Peace Train sebagai upaya kecil yang akan berdampak besar dan berkelanjutan dalam mewujudkan Indonesia damai dan bermartabat.“Saling menghormati meski berbeda keyakinan dan latar belakang perlu terus ditanamkan bagi generasi muda,” tutur Haryani.

Untuk diketahui, PTI merupakan program travelling lintas iman/agama dengan menggunakan mode kereta api, menuju ke satu kota yang telah ditentukan. Di kota tujuan, peserta akan mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai aktor penting toleransi dan perdamaian antar agama.

Baca juga:  Virus Menulis semakin Menyebar

Mereka juga akan berproses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerjasama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan. (sas/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya