alexametrics

Tekpang UKSW Buat Permen untuk Tingkatkan Imun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pandemi Covid-19 yang belum selesai memacu semua kalangan untuk menciptakan inovasi agar terhindar dari virus ini. Selain alat untuk mempercepat diagnosa Covid-19, upaya lainnya yang tak kalah gencarnya adalah bagaimana meningkatkan imunitas tubuh.

Seperti yang dilakukan dosen dan mahasiswa program studi Teknologi Pangan (Tekpang) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Kristen Sataywacana (UKSW) ini. Mereka membuat permen herbal untuk imunomodulator.

Dhanang Puspita mengungkapkan, ide ini muncul karena masyarakat sekarang mulai banyak mengonsumsi jamu herbal untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau merangsang imunitas (imunomodulator). Bahkan di daerah tertentu seperti di Suku Toraja, sejak dahulu ramuan herbal daun Miana digunakan sebagai obat batuk.

Baca juga:  Dana Penanangan Korona Capai Rp 66,5 M

Permasalahannya, jamu herbal rasanya pahit dan kurang dapat diterima oleh lidah. Tidak semua orang  bisa mengonsumsi. Karena itu perlu upaya agar jamu bisa dinikmati semua kalangan, termasuk anak-anak. “Kami mencoba mengenalkan produk herbal dalam  permen bentuk jelly,” terang Dhanang.

Ada dua jenis permen herbal yang dihasilkan Dhanang beserta timnya, yaitu permen herbal dari bahan dasar Miana dan Sambiloto. Proses pembuatan permen herbal ini diawali dengan ekstrasi untuk mengeluarkan senyawa bioaktif dalam tumbuhan Miana dan Sambiloto. Setelah itu dilakukan pemekatan dengan cara menambahkan bahan pengikat. Tujuannya untuk mengentalkan cairan dan menyalut senyawa bioaktif agar tidak rusak saat pengolahan. Selain itu juga untuk menutupi rasa pahit.

Baca juga:  Terjunkan Tim, Periksa 1.000 Hewan Ternak

Permen herbal ini mengandung Saponin, Tanin dan Flavanoid, di mana zat tersebut bermanfaat sebagai antimikroba dan dan pemicu iminutas tubuh.“Total kami memerlukan waktu dua hari untuk proses pembuatan permen ini karena membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk pengeringannya,” terangnya.

Sejauh ini, satu kali produksi bisa menghasilkan 500 butir permen. Selain sudah diuji kandungan fitokimianya, pihaknya juga melakukan uji standar SNI. “Untuk menguji kadar air dan kekenyalan sehingga dapat dikonsumsi,” tandasnya.

Permen herbal ini juga sudah dibagikan ke beberapa dosen dan mahasiswa FKIK untuk tes rasa. Rencananya permen herbal ini akan dibagikan saat peringatan Paskah.

“Sudah ada pembicaraan dengan pihak industri untuk memproduksi permen ini secara masal. Kami di lingkup akademisi melakukan penelitian dan hilirisasinya sudah dibicarakan dengan dunia industri,” pungkas Dhanang. (sas/zal) 

Baca juga:  Panen Perdana, Tingkatkan Konsumsi Ikan

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya