alexametrics

Konsumsi 18.900 Butir Obat, Penderita TBC Sembuh

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Delapan belas bulan dilalui Joko Susanto dengan obat. Tiap pukul 08.00 pagi, dirinya harus minum 35 butir obat. Di puskesmas, dihadapan petugas kesehatan. Jika ditotal, ia telah mengkonsumsi 18.900 butir obat.

“Awalnya ya muntah. Mual. Namun akhirnya terbiasa dan kini sudah dinyatakan sembuh, ” tutur Joko Susanto, 35, saat ditemui di sela acara penyerahan sertifikat pasien sembuh TBC resisten obat.

Sertifikat diserahkan Wali Kota Salatiga Yuliyanto. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati hari (tuberkulosis) TB sedunia pada 24 Maret.

TBC yang dialami warga Beringin, Kabupaten Semarang itu, awalnya memang biasa. Seperti penyakit flu biasa. Namun jika malam hari badan berkeringat. Tulang kaki linu semua. Saat diperiksa akhirnya dia terkena TBC.

Baca juga:  Guru Positif, Pembelajaran Tatap Muka SMP di Salatiga Dihentikan

Ia melakukan pengobatan tanpa putus selama 18 bulan. Jika putus, maka pengobatan harus diulang. “Ya bagaimanapun berusaha tiap pagi ke puskesmas untuk minum obat. Karena disediakan setiap hari di sana,” jelas pekerja di kontraktor tersebut.

Yuliyanto menyambut baik. Menurutnya, kunci dari pengobatan adalah kesadaran pasien untuk tertib menjalani instruksi dokter. Termasuk di dalamnya mengonsumsi obat yang sudah disediakan.

Direktur RSPAD dr Farida Widayati menuturkan, TB ada dua. TB biasa dan bisa diobati dalam waktu enam bulan. Namun ada TB resisten obat. Jenis ini butuh pengobatan lebih lama. Bisa mencapai dua tahun.
“Penularan sama yakni dengan droplet. Indonesia peringkat kedua dunia dengan  penyandang TB. Kisaran 25 ribu orang pasien,” jelas Farida. Dengan tertibnya orang memakai masker, ia juga berharap penyebaran TB bisa turun. (sas/zal)

Baca juga:  Penggunaan Kartu Masalah dalam Pembentukan Berpikir Kritis Siswa

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya