alexametrics

Siswa Dilarang Keluar Kelas sampai Pelajaran Usai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Sejumlah sekolah mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Protokol kesehatan diterapkan. Siswa dilarang keluar kelas sampai pelajaran usai.

Di SMPN 1 Salatiga, 90 siswa kelas IX masuk sekolah Selasa (16/3/2021) pagi. Mereka terbagi dalam delapan kelas. Saat datang, siswa diperiksa suhu badan dan menyerahkan surat izin orang tua. Sekolah juga mengatur titik penurunan dan penjemputan siswa yang diantar. “Kita sudah umumkan. Ini hanya siswa yang mendapatkan izin orang tua. Namun, kami pastikan memenuhi semua protokol kesehatan,” jelas Kepala SMPN 1 Salatiga Hariyati. Di sesi pertama, satu siswa diminta pulang karena belum terlalu sehat setelah operasi usus buntu.

Pembelajaran dibagi menjadi dua sesi. Pertama mulai jam 07.30-09.00 dan sesi kedua pukul 10.00-11.30. Mata pelajaran yang dipaparkan adalah materi esensial yang dianggap sulit oleh siswa. Yakin matematika, PPKn, IPA, olahraga, bahasa Inggris dan IPS. “Sebelumnya, meski daring namun nilai anak anak tetap bagus. Namun jika tatap muka, akan lebih bagus karena bisa berinteraksi langsung dengan guru, ” jelasnya.

Baca juga:  Kenal Teman Sekelas di Daring, Canggung saat Bertemu Langsung

Simulasi PTM mulai 16 hingga 27 Maret 2021. Dilakukan secara bergantian. Sekolah yang bisa melaksanakan simulasi harus mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan simulasi mulai diselenggarakan untuk menjawab kebosanan para siswa yang sudah sekitar satu tahun tidak masuk sekolah. “Kita mulai berani melakukan simulasi karena memang orangtua, siswa, dan tenaga pendidik sudah rindu untuk pembelajaran tatap muka,” jelas Yuliyanto di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga. Saat ini tren kasus Covid-19 di Kota Salatiga juga sudah menurun.

Dia mengungkapkan bahwa sekolah juga diwajibkan untuk memiliki Satgas Covid-19 yang terintegrasi dengan puskesmas terdekat sehingga penerapan protokol kesehatan bisa disiplin. “Tentu kita tidak mau ada klaster sekolahan,” tegas Yuliyanto.

Baca juga:  RSUD Salatiga Harus Berorientasi ke Pelayanan Publik

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Yuni Ambarwati mengatakan simulasi ini untuk melihat kesiapan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka. (sas/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya