alexametrics

Naruna Ceramic Jadi Prototipe Pengelolaan UKM Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Naruna Ceramic akan menjadi prototipe pengelolaan UKM di Indonesia. Penandaan sebagai prototipe UKM akan dilaksanakan Mei mendatang oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Jika di masa pandemi Covid-19 ini banyak UKM yang penghasilannya turun, justru kami terus naik. Sebab kami didukung oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya masing-masing. Mulai dari desain, produk, leadership hingga marketing,” jelas Roy Wibisono, owner UKM Naruna Ceramik di sela peluncuran showroom miliknya akhir pekan lalu.

Berkat keberhasilannya tersebut, Dinas UKM Jawa Tengah telah meminta Roy Wibisono untuk membantu dan membina 50 UKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Roy pun berharap pihaknya bisa memayungi seluruh UKM yang ada di Kota Salatiga.

Baca juga:  Skater Salatiga Butuh Skatepark

Diakui Ketua Ekonomi Kreatif Kota Salatiga periode 2021-2025 itu, produk usaha cangkir dan piring keramik yang dimulainya pada Agustus 2019 di Kota Salatiga tersebut disangsikan oleh beberapa pihak, namun hal itu tidak mengurangi semangatnya untuk tumbuh dan berkembang. Berkat modal semangatnya itu pula, kini Naruna Ceramic sudah menembus pasaran di beberapa negara dan hampir seluruh kota besar di Indonesia.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengapresiasi usaha keramiknya di Kota Salatiga. Diharapkan, konsep dan inovasinya dengan Naruna Ceramic tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri tetapi juga bisa dicurahkan kepada seluruh UKM, baik yang ada di Kota Salatiga, bahkan seluruh Indonesia.

“Jangan lupa untuk terus membantu para pelaku usaha UMKM di Kota Salatiga supaya semua pelaku usaha bisa maju dan sejahtera bersama,” tandas Yuliyanto saat menghadiri soft opening showroom Naruna Ceramic di Jalan Sawosari 2, Bugel, Sidorejo, Salatiga, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga:  Akses ke Pohon Pengantin Salatiga Dipoles

Yuliyanto berharap terobosan yang dilakukan Roy Wibisono dengan Naruna Ceramicnya, dapat terus dikoordinasikan dengan dinas terkait seperti Disbudpar dan Dinkop UKM.

“Saat ini di Kota Salatiga banyak tumbuh UMKM. Jangan sampai baru umur satu tahun lalu tenggelam karena konsep, desain, produksi dan marketingnya tidak kuat,” tandasnya. (sas/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya