alexametrics


Hanya 10 Buku yang Dipinjam Selama Pandemi

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Meski belum membuka layanan umum, namun perpustakaan daerah memberikan akses kepada masyarakat yang sangat membutuhkan peminjaman buku. Diantaranya adalah untuk menyelesaikan skripsi maupun penelitian.

Hal itu diungkapkan Rinaldi anggoro Shakti, Kepala seksi pembinaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) saat dihubungi Radar Semarang. “Peminjaman umum memang ditutup. Namun ada beberapa yang diberi akses karena hal yang penting, ” jelas Shakti.

Dalam catatan di Dinpersip, bulan Januari 2020 tercatat ada 2.998 buku yang dipinjam. Kemudian Februari meningkat 3.594. Sementara bulan Maret sampai pertengahan masih ada 1.771 buku yang dipinjam. “Total terdapat 8.363 buku dipinjam di tiga bulan awal tahun 2020,” jelasnya.

Setelah dinyatakan pandemi di pertengahan Maret sampai akhir tahun tercatat hanya 10 buku yang dipinjam. Sementara itu peminjaman kolektif ada sebanyak 322 buku.

Namun berbeda dengan platform digital. Terhitung Maret sampai Desember, rata – rata terdapat 50 buku yang dipinjam. Total 500 judul buku dipinjam sampai akhir tahun 2020. Masyarakat meminjam melalui aplikasi I-Salatiga.

Lewat aplikasi ini, peminjam bisa mengunduh buku yang diinginkan. Namun, hasil unduhan tidak bisa di cetak. Selang batas waktu yang ditentukan, unduhan ini akan hilang dan kembali ke sistem pusat. Jika ingin membaca lagi, maka harus meminjam lagi.

Memasuki awal tahun dan adanya penerapan PPKM ini, tidak merubah perawatan buku. Meski buku jarang dipinjam, namun Dinpersip tetap melakukan perawatan berkala agar buku menjadi lebih awet. “Kita tetap melakukan fumigasi agar buku tidak diserang serangga, ” imbuh Sakti. (sas/bas)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer