alexametrics

Soal Penanganan Covid-19 di Salatiga, Yuliyanto: Bukan Rumahnya yang Dibongkar, Tapi Tikusnya yang Dikejar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Kota Salatiga memiliki prosentase daerah tertinggi untuk pengambilan specimen PCR di Jawa Tengah. Sementara jumlah orang yang menjalani tes swab, Salatiga berada di peringkat ketiga.

Pengambilan specimen PCR capaian prosentase Salatiga sebesar 294,4 persen. Sementara, untuk orang yang menjalani swab tercatat 186,3 persen. “Prosentase tertinggi adalah Kota Semarang dengan 191,2 persen dan Kota Pekalongan 186,8 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida.

Siti menilai capaian tersebut sangat bagus. Pemeriksaan sudah dilakukan luas di masyarakat. Sehingga kasus bisa menggambarkan kondisi riil. Kalau prosentase pemeriksaan swab rendah artinya masih banyak kasus yang belum ditemukan.

Meski begitu, Zuraida mewaspadai arus saat libur panjang akhir pekan ini. “Kita semua saat ini bersemangat untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Karena itu Salatiga harus waspada arus mudik libur panjang,” ungkapnya.

Baca juga:  Toko Komputer di Salatiga Dibobol Maling, Pelaku Berjumlah Empat Orang

Sementara Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyampaikan, tes swab dan PCR terhitung tinggi.  Menurutnya, penanganan Covid-19 di Salatiga itu ibarat rumah kemasukan tikus. “Kan bukan rumahnya yang dibongkar. Tapi tikusnya yang dikejar, termasuk teman-temannya,” ujarnya.

Yuliyanto telah menginstruksikan jajarannya untuk siaga masa libur panjang. “Kita bukan dalam rangka menakuti, tapi menegakkan protokol kesehatan. Saat ini pandemi belum selesai, sehingga kita antisipasi adanya klaster libur panjang,” ungkapnya. (sas/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya