alexametrics

Latih Kemandirian dengan Bisnis Makanan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Bisnis makanan merupakan salah satu tiang perekonomian. Bahkan 31 persen usaha di Kota Salatiga adalah olahan makanan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Salatiga Budi Prasetyono saat membuka pelatihan kewirausahaan mandiri muslimat NU cabang Salatiga di TK Al Husna Cabean, kemarin.

“Usaha olahan makanan sangat besar. Meski pandemi ini lebih parah dibandingkan krisis ekonomi silam, harapannya bisnis makanan tetap bertahan,” imbuh Budi di hadapan 23 peserta perwakilan dari semua ranting.

Dijelaskan, peran perempuan dalam pembangunan sangat luar biasa. Ia sering menjumpai pelatihan kewirausahaan dengan peserta mayoritas perempuan.

“Saat ini, konsumsi makanan meningkat. Yang perlu dikembangkan adalah usaha di rumah dan pemasaran online menjadi solusi,” tuturnya.

Baca juga:  Berisik Saat Pelantikan, Pejabat OPD Disemprot

Sementara itu, penanggung jawab Hj An’imah Chomsun didampingi Astuti Sakdiyah menuturkan, pelatihan dilakukan selama tiga hari. Salah satu yang diajarkan olahan ayam dan ikan. “Pelatihan pengolahan makanan ayam dan ikan agar masyarakat tetap bisa menyukai makanan itu, karena menambah vitamin,” terangnya.

Kegiatan berkerja sama dengan Kemenaker ini sebagai antisipasi dampak Covid-19 dengan mendorong masyarakat makin mandiri. “Harapannya jika semua sudah mapan dalam kemandirian usaha, akan menuju kenormalan ekonomi,” imbuh Sakdiyah.

Di sisi lain, masyarakat tidak jenuh mengonsumsi ayam dan ikan karena memiliki aneka ragam masakan olahan. Semua hasil kegiatan ini akan disebarkan kepada 3000-an anggota muslimat di Salatiga. (sas/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya