alexametrics

Jalankan Protokol Kesehatan, Siap Angkut Penumpang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga terus memperluas aturan protokol kesehatan. Mulai perorangan hingga fasilitas atau sarana umum.

Kemarin Wali Kota Salatiga Yuliyanto turun langsung untuk menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan di angkutan umum (angkot). Dimulai dari anak sekolah yang mau masuk angkutan umum, menggunakan masker, memakai  face shield serta cuci tangan memakai sabun.

Wali Kota Yuliyanto mengatakan, dengan adanya simulasi tersebut maka angkutan umum di Kota Salatiga sudah siap mengantar anak sekolah dengan menggunakan protokol kesehatan.

“ Simulasi ini berkenaan dengan kesiapan angkutan kota di Salatiga dengan akan dimulainya pembelajaran sekolah tatap muka di tingkat SD dan SMP. Setelah ini, maka angkutan kota siap dan berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Yuliyanto saat ditemui di Terminal Tamansari Senin (31/8/2020).

Baca juga:  Lupa Cabut Kunci, Motor Lenyap

Dirinya menambahkan sekitar 20-30 persen memanfaatkan jasa angkutan kota. “Saya minta untuk dilakukan assessment yang sesuai dengan protokol kesehatan. Mudah-mudah bisa berguna dan bermanfaat,” tambahnya

Menurut Yuliyanto, semua hal harus disiapkan dengan baik oleh semua pihak. Dalam pembelajaran juga, dinas pendidikan sekolah juga harus sudah membentuk gugus tugas tingkat sekolah untuk memberlakukan protokol kesehatan.

“Beberapa waktu lalu saya juga sudah cek ke sekolah yang ada di Salatiga. Bapak ibu tidak usah khawatir seluruh sekolah sudah siap mengikuti tatap muka. Waktu di sekolah hanya tiga jam, membawa bekal makanan sendiri, tidak ada istirahat, hanya dikelas dan habis itu pulang, “ jelasnya.

Baca juga:  230 Mahasiswa Fiskom UKSW Ikut Pengabdian Masyarakat

Yuliyanto mengajak kepada orang tua, jangan khawatir  apabila orang tua siswa belum mengizinkan untuk mengikuti PTM bisa mengikuti lewat daring dari rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Salatiga, Sidqon Effendi menjelaskan, dari jumlah angkutan kota ada   451 unit. Sebelum pandemi yang beroperasi rata-rata 250 kendaraan per hari. Selama pandemi mengalami penurunan sekitar 40 persen. Jumlah penumpang rata-rata kurang dari 50 persen,” jelas Sidqon. Sampai saat ini sudah ada sekitar 100 kendaraan angkutan kota telah diberikan hand sanitizer dan menerapkan physical distancing untuk memenuhi ketentuan maksimal kapasitas 50 persen. (sas/zal/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya