Protokol Kesehatan Harus Diterapkan Sejak Berangkat Sekolah

598
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi anak-anak sekolah SD dan SMP di Salatiga rencananya mulai diterapkan September mendatang. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Wali Kota Salatiga Yuliyanto optimistis kegiatan pembelajaran tatap muka bisa dijalankan. Mengingat status Salatiga saat ini sudah berada di zona kuning.  Wali kota juga sudah melihat kesiapan sekolah-sekolah negeri maupun swasta dalam menghadapi PTM.

“Setelah meninjau ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta, kita bisa melihat langsung kesiapan sekolah melaksanakan PTM. Targetnya, September sudah bisa kita lakukan sekolah dengan tatap muka,” jelas Yuliyanto usai meninjau langsung simulasi PTM di SMPN 9, SMP Kristen 2, SDN 6 Salatiga dan SD Muhammadiyah Plus Kamis (13/8/2020).

Yuliyanto menyampaikan, protokol kesehatan dalam PTM harus diterapkan sejak saat berangkat sekolah. Yakni dengan diantar orang tua atau saudara satu rumah, masuk ke dalam lingkungan sekolah, tatap muka di dalam kelas hingga waktunya siswa pulang. Kemudian dijemput oleh keluarganya sendiri.

Siswa juga wajib mengenakan APD. Sedangkan sekolah wajib melakukan pengecekan suhu, penyediaan sarana cuci tangan, menyediakan hand sanitizerserta membatasi jumlah, jarak dan waktu siswa di tiap ruang kelas. Siswa yang mengikuti PTM juga harus diatur sedemikian rupa sehingga mengurangi kepadatan kelas. Serta tidak ada kantin yang buka dan tidak ada jam istirahat.

“Kita tidak berharap munculnya klaster baru, tapi kita harus menuju ke era adaptasi kebiasaan baru. Kalau ketakutan terus, malah tidak akan ada kemajuan. Yang penting adalah protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” tandasnya.

Terkait dengan adanya beberapa wali murid yang belum setuju pelaksanaan PTM, bagi wali kota itu bukan berarti sikap melawan pemerintah, melainkan karena sebagian wali murid masih menghendaki pembelajaran jarak jauh. Untuk itu pihak sekolah tetap akan melayaninya melalui daring.

Ditemui saat simulasi PTM di dalam kelas, para siswa mengaku gembira bisa kembali sekolah dengan tatap muka, meskipun dengan pembatasan protokol kesehatan.

“Saya tidak takut PTM karena badan saya sehat dan akan selalu menjaga protokol kesehatan,” ujar Muhammad Zidan Almas Daud, salah satu siswa kelas V SD Muhammadiyah Plus, Salatiga. (sas/zal/bas)