Penerima Bansos Berjubel Tak Pedulikan Physical Distancing

Antrean penerima bantuan di kantor pos Salatiga berjubel, tidak mengindahkan physical distancing. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Suasana kontras antrean pencairan dana bansos tunai terlihat di Salatiga. Antrean padat terlihat di kantor pos Salatiga yang berada di Jalan Muh Yamin.

Berbeda dengan yang terlihat di Kelurahan Blotongan. Antrean dengan physical distancing rapi terlihat disiapkan oleh petugas. Semua warga antre dengan nyaman tanpa ada kontak.

Di  Salatiga, Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan bantuan bagi warga terdampak korona, dalam bentuk BST senilai Rp 600 ribu kepada 14.952 keluarga penerima manfaat (KPM) di Salatiga. Di mana 13.475 KPM diserahkan melalui Pos Indosnesia dan 1.477 KPM melalui himpunan bank milik negara (Himbara).

Antrean mengular di kantor pos cukup memprihatinkan di tengah upaya pemerintah menegakkan physical distancing. Petugas kepolisian dan TNI terus menyuarakan agar warga mengambil jarak. Meski menggunakan masker, namun jarak sangat berdekatan.

Sementara Lurah Blotongan Aditya Bagas Ranggajaya menuturkan jika pihaknya melakukan pembagian yang dimulai pukul 08.00 hingga sore belum juga terlihat usai. Namun pihaknya menerapkan ketat protokol kesehatan.

“Semua jarak dan ada tandanya. Selain itu yang sakit diberi prioritas untuk mengambil BST terlebih dahulu,” tutur Aditya. Pihaknya mendapatkan jatah membagi kepada 913 penerima manfaat. (sas/zal/bas)





Tinggalkan Balasan