Imbas Korona, Pedagang Empon-Empon Kebanjiran Pesanan

Kios jamu di Pasar Raya II Salatiga banyak didatangi pembeli karena adanya kabar korona dapat ditangkal dengan jamu rempah-rempah. (Dhinar Sasongko)

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Kabar empon-empon bisa menangkal virus korona, membuat pedagang mendapat keuntungan berlipat. Setidaknya, dalam dua hari terakhir ini omzet pedagang empon-empon melonjak hingga 200 persen.

Pemilik kios jamu Bu Harti, Hari Setianto mengatakan kenaikan angka penjualan tersebut setelah ada info, empon-empon bisa menangkal virus korona. “Setelah ada kabar di media itu jika empon-empon baik untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh secara herbal, penjualan meningkat,” jelasnya kepada wartawan di kios Pasar Raya II Salatiga .

Hari mengatakan, sebagian pembelinya adalah orang-orang baru. “Kalau yang pelanggan saya sudah hapal. Tapi kalau orang baru sekarang ini memang banyak yang beli,” jelasnya. Kebanyakan pembeli tersebut, bertanya tentang khasiat empon-empon yang berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh, apalagi saat ini juga musim hujan.

Diakuinya, kenaikan minat beli empon-empon tersebut juga memengaruhi harga. Menurut Hari, yang paling banyak dicari adalah temulawak, kunir, jahe merah, kayu manis, dan serai. “Kalau yang pembeli lokal, beli yang jenis basah. Tapi kalau dari luar kota, yang jenis kering,” paparnya.

Untuk harga, kata Hari, temulawak dan kunir saat ini Rp 7 ribu dari sebelumnya Rp 5 ribu, jahe merah naik jadi Rp 50 ribu dari Rp 35 ribu, kayu manis Rp 60 ribu, dan serai Rp 5 ribu. “Omzet naik sekitar 200 persen dua hari ini, kalau keadaan normal per hari dapatnya kisaran Rp 800 ribu,” ungkapnya.

Seorang pembeli empon-empon, Setyowati mengungkapkan dia rutin mengonsumsi untuk daya tahan tubuh. Ia memilih empon daripada obat kimia. “Saya lebih senang merebus empon-empon karena murah tapi efeknya terasa di tubuh,” jelasnya. (sas/lis/bas)

 





Tinggalkan Balasan