Najelaa Shihab Bagikan Kunci Kemerdekaan Belajar

86
BERBAGI PENGALAMAN: Najelaa Shihab saat mengisi sharing session bertema Future of Learning kemarin. (ISTIMEWA)
BERBAGI PENGALAMAN: Najelaa Shihab saat mengisi sharing session bertema Future of Learning kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Pendiri Sekolah Cikal Najelaa Shihab hadir di tengah-tengah civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Selasa (11/2) siang. Putri Sulung cendekiawan M Quraish Shihab ini berbagi tentang kemerdekaan belajar bagi siswa dan guru. Wanita kelahiran Surakarta 43 tahun silam ini menyebut bahwa pelajar yang merdeka mempunyai sedikitnya tiga kompetensi.

Pelajar yang merdeka, dikatakannya, memiliki komitmen pada tujuan belajar. “Ia memahami mengapa perlu mempelajari suatu materi atau keterampilan tertentu. Kita hanya bisa komit pada saat target ditetapkan oleh diri sendiri, bukan suatu tujuan pembelajaran, indikator atau kriteria kelulusan minimum yang ditetapkan guru atau bahkan pengawas dan pejabat pendidikan,” terang Najelaa yang hadir dalam acara sharing session bertema Future of Learning tersebut.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Satya Wacana Career and Alumni Center (SWCA) ini dirinya menambahkan bahwa pelajar yang merdeka adalah pelajar yang mandiri, memahami bahwa ia memerlukan strategi yang efektif agar dirinya dapat menguasai ilmu pengetahuan. Selain itu dikatakannya, pelajar yang merdeka adalah pelajar yang reflektif.

“Reflektif berarti siswa tersebut memahami kekuatannya dan mengenali area yang perlu dikembangkan, serta terus menerus memantau proses belajarnya untuk memahami keterkaitan dan keberlanjutan antara setiap tahapan,” imbuhnya.

Pelajar yang merdeka tentu membutuhkan guru yang juga memiliki kemerdekaan. Menurut wanita yang juga aktif menulis ini guru memiliki otonomi penuh terhadap anak didiknya. Kemerdekaan guru inilah yang menjadi dasar perubahan bagi peserta didik.

Bagi guru yang selama ini telah berada di zona nyaman tentu akan sulit untuk berubah dan melakukan perubahan. Tak jarang guru juga harus berefleksi. Umpan balik dapat diperoleh dari peserta didik agar kegiatan belajar mengajar tidak terhambat.

Dalam sharing session yang diikuti oleh mahasiswa serta sejumlah guru dan tutor komunitas belajar ini juga dihadiri Pembantu Rektor IV UKSW Joseph Ernest Mambu, Ph.D.Dituturkan Joseph bahwa perspektif yang diberikan oleh Najelaa dapat memperkaya wawasan para peserta. “Pendidikan terus bergerak, apa yang saya alami 30 tahun lalu saat menjadi siswa tidak bisa disamakan dengan pendidikan saat ini. Salah satu makna pendidikan yakni menjadi radar sama seperti visi dan misi UKSW, kita harus peka melihat keadaan disekitar,” tegas Joshep. (sas/bas)

Tinggalkan Balasan