Genjot Minat Baca, Luncurkan Buletin

127
GENJOT LITERASI: Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat menghadiri peluncuran buletin Belia di Sekolah Dasar (SD) Marsudirini 78 Salatiga. (ISTIMEWA)
GENJOT LITERASI: Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat menghadiri peluncuran buletin Belia di Sekolah Dasar (SD) Marsudirini 78 Salatiga. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID SALATIGA, Radar Semarang – Minat membaca anak sekolah perlu ditingkatkan. Hal ini penting karena dengan membaca bagi setiap anak bisa menggali ilmu dan meningkatkan kemampuan literasinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto saat menghadiri peluncuran buletin Belia di Sekolah Dasar (SD) Marsudirini 78 Salatiga. Menurutnya, dengan meningkatnya minat membaca dari setiap anak akan memberikan pemahaman yang baik dari pentingnya membaca.

“Program literasi dengan buletin ini sangat bermanfaat. Saya dorong anak-anak untuk banyak membaca dan menulis. Memahami pentingnya literasi, misal dengan datang ke perpustakaan untuk membaca berbagai macam buku. Hal ini perlu dilakukan karena akan menumbuhkan minat baca mereka,” kata Yuliyanto.

Tumbuhnya minat membaca siswa dari sekolah ini juga akan berdampak baik bagi sekolah lain. Hal ini yang perlu dilakukan terus dan berkesinambungan.“Tidak hanya pintar namun tingkat literasinya juga akan tinggi apabila banyak siswa yang gemar membaca. Sekolah akan bertambah bagus dan memberikan pengaruh positif bagi lainnya,” terangnya.

Diakui bahwa program yang dijalankan oleh pemerintah Kota Salatiga saat ini dengan mengembangkan potensi dari bidang pendidikan, kesehatan dan UMKM masyarakat akan memberikan kontribusi yang baik bagi masyarkat. Menurutnya, komponen tersebut harus didorong terus agar perkembangannya bisa sejalan.

Sementara itu, kepala sekolah SD Marsudirini 78 Tri Santoso menuturkan, buletin literasi yang dilaunching merupakan hasil pelatihan jurnalistik anak sesuai bakat dan minat. “Intinya kami menumbuhkan kecintaan anak untuk membaca, mencipta dan berkreasi pada anak. Dari hasil pelatihan tersebut kami mencoba untuk meluncurkan hasil jurnalistik anak dalam sebuah buku yang kami beri nama Belia (Buletin Edukasi Literasi Anak),” terang dia. (sas/bas)

Tinggalkan Balasan