alexametrics

DPKP Benahi 11 Titik Lingkungan Kumuh di Salatiga

Artikel Lain

SALATIGA, RadarSemarang.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Salatiga melakukan penataan kawasan permukiman kumuh secara bertahap. Ini dilakukan lantaran anggaran penataan kawasan permukiman kumuh setiap tahunnya terbatas.

Kepala DPKP Kota Salatiga Enny Endang Surtiyani menyatakan, pada 2020 anggaran yang dialokasikan untuk penataan kawasan permukiman kumuh sebesar Rp 4 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menata sejumlah kawasan permukiman kumuh yang tersebar di empat wilayah kecamatan yang ada di Salatiga.
“Hingga saat ini setidaknya masih ada 11 titik kawasan permukiman kumuh. Di wilayah Kecamatan Tingkir ada 6 titik, Sidorejo 1 dan yang empat titik ada di Kecamatan Sidomukti dan Argomulyo,” jelasnya saat bertemu wartawan.
Enny menjelaskan, penilaian kawasan permukiman kumuh didasarkan pada beberapa kriteria, yakni bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air bersih dan minum, drainase lingkungan, pengaman kebakaran, pengelolaan air limbah dan sampah. Adapun penataan yang dilakukan antara lain, memperbaiki sanitasi, pembuatan taman, perbaikan jalan dan saluran pembuangan air, pembuatan sumur resapan, penyediaan tempat sampah dan alat pemadam kebakaran.
Selain itu, DPKP juga melaksanakan program peningkatan infrastruktur di kawasan permukiman kumuh agar lingkungannya lebih baik dan sehat. Tak hanya itu, DPKP juga melaksanakan program pencegahan di daerah yang berpotensi menjadi kumuh seperti lingkungan yang berdekatan dengan kawasan permukiman kumuh.
“Penanganan dan penataan kawasan permukiman kumuh dilakukan secara berkesinambungan. Programnya meliputi peningkatan dan pencegahan. Peningkatan artinya, meningkatkan infrastruktur seperti jalan, sanitasi, saluran dan lainnya,” pungkasnya. (sas)

Baca juga:  Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Melonjak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya