Musim Durian, Tuntang Diprediksi Tanpa Panen Raya

642

 RADARSEMARANG.ID, SALATIGA -Penjual sudah durian saat ini sudah marak namun diprediksi tidak ada panen raya. Pasalnya, imbas dari kemarau yang cukup lama membuat buah durian tidak berkembang serentak. Namun prediksinya buah durian akan tersedia dalam waktu yang cukup lama.

  Hal itu diungkapkan Trimanto, pengelola Perkebunan dan Pembibitan Tlogo Tuntang kemarin. “Tahun ini kelihatannya tidak ada panen raya. Disisi lain, ketersediaan durian akan terus dan agak lama,” terang Trimanto.

     Ditempat yang dikelolanya selama sembilan tahun terakhir, saat ini pertumbuhan buah durian tidak merata. Ada yang sudah besar, tetapi banyak pula yang masih berkembang. Di perkebunan tersebut memiliki 310 pohon durian montong serta 124 pohon durian lokal. Saban hari, mereka mendapatkan panen kisaran 10 – 15 kg.

     “Berbeda dengan musim jika ada panen raya. Semua pasti akan besar bersamaan dan panen juga hampir bersamaan harinya,” jelas dia. Durian ini dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilogram. Sementara durian lokal harganya kisaran 40 – 80 ribu per biji. Bergantung kepada besar kecil duriannya. Peminatnya, tidak hanya dari Salatiga dan Ungaran. Melainkan juga dari Grobogan dan Semarang banyak yang berdatangan.

     Masalah yang ditemui para pemilik pohon durian adalah burung. Banyak buah yang berlubang karena dipatuk oleh burung tengkek. Selain itu juga hama penggerek batang. “Kami selalu awasi tanaman. Termasuk jika ada pohon yang terlalu banyak buah yang berkembang, maka akan kita kurangi. Caranya dengan membuang buah yang bentuknya kurang bagus,” jelas dia.

     Hal senada diungkapkan Hanief, penjual durian di Salatiga. Dia mengaku saat ini memang pasokan durian banyak. Bahkan hampir semua pohon durian berbuah. Ia memiliki banyak jenis durian seperti ketan, petruk, hingga durian lokal lainnya.(sas)

Tinggalkan Balasan