Perubahan Nama Lapangan Pancasila Diprotes

776

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) Kota Salatiga mendatangi kantor DPRD Salatiga, Senin (6/1) pagi. Mereka memprotes berubahnya nama Lapangan Pancasila menjadi Alun-Alun Salatiga. Perubahan dilakukan setelah adanya revitalisasi lapangan.

Kedatangan rombongan PP yang dipimpin langsung oleh Ketuanya Eko Niryogo didampingi sesepuh Didik Bibarsari, Amin Siahaan dan sejumlah pengurus lainnya. Mereka ditemui langsung oleh Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemkot Salatiga Prasetyo Ichtiyarto.

Dalam kesempatan itu Eko Niryogo menegaskan, pihaknya memberikan masukan dan aspirasi kepada DPRD agar penggantian nama menjadi Alun-Alun Salatiga harap dikembalikan menjadi Alun-Alun Pancasila Salatiga. Karena nama Pancasila untuk lapangan tengah kota itu memiliki nilai historis dan filosofis bagi masyarakat Salatiga, sekaligus menjadi jati diri Salatiga.
“Aspirasi yang kedua terkait pemindahan simbol negara yaitu Garuda Pancasila dan tiga patung pahlawan ditempatkan di lokasi yang tidak tepat dan tidak terhormat. Karena hal itu diatur dalam undang-undang,” tandasnya.
Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan, DPRD Salatiga mengapresiasi sikap Pemuda Pancasila Salatiga yang memprotes penghilangan nama Pancasila untuk Alun-Alun.“Karena hal ini menjadi masalah, Salatiga sebagai miniatur Indonesia dan Kota Bhinneka Tunggal Ika, kata Pancasila itu penting bagi Salatiga. Kami atas nama ketua Dewan dan Fraksi PDIP minta nama Alun-Alun Salatiga di ganti menjadi Alun-Alun Pancasila Salatiga.

“Hari ini (kemarin, red) saya akan langsung kirim surat ke Wali Kota untuk mengganti nama Alun-Alun Salatiga. Juga akan meminta kepada Wali Kota, agar proses pemindahan lambang negara dan patung pahlawan dilakukan secara terhormat. Karena itu menyangkat lambang negara dan pahlawan,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga Prasetyo Ichtiyarto mengatakan, pihaknya menerima masukan nama untuk Alun-Alun Salatiga. Karena nama tersebut juga merupakan usulan dari sejumlah pihak. “Kami menghilangkan nama Pancasila bukan berarti ada maksud tertentu yang tidak baik. Namun bila dari Pemuda Pancasila menghendaki nama Pancasila, saya tidak ada masalah, bisa kami akomodir. Itu bagian dari aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan peletakkan lambang negara dan patung pahlawan, untuk patung pahwalan, itu buka dijerat, namun diamankan, karena saat diletakkan di Taman bendosari hampir jatuh, makanya diikat. Dijelaskannya, lambang negara dan patung pahlawan itu akan dipasang di Taman Bendosari. (sas/bas)