Manajer Basket Satya Wacana Salatiga: Mental Pemain Harus Dibenahi, Lho?

202
TAMBAH JAM TERBANG: Pemain muda Satya Wacana Alif Bintang (kanan) tampil cukup menjanjikan di ajang Piala Presiden kemarin. (ISTIMEWA)
TAMBAH JAM TERBANG: Pemain muda Satya Wacana Alif Bintang (kanan) tampil cukup menjanjikan di ajang Piala Presiden kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Manajemen tim basket Satya Wacana Salatiga (SWS) fokus benahi mental para pemain. Kesimpulan ini muncul pasca-pelaksanaan Piala Presiden dan menduduki peringkat keempat.

“Seharusnya kami bisa lebih baik. Namun mental pemain yang harus dibenahi. Mindset juara harus dibentuk mulai sekarang. Kekalahan yang terjadi banyak faktor non teknis dibandingkan teknis,” terang Zaki Iskandar, manajer SWS saat bertemu wartawan, kemarin.

Menurut dia, perasaan minder karena berasal dari kota kecil harus dihilangkan. Semua posisinya sama saat berada dalam lapangan. Ia mencontohkan catatan pertemuan dengan Amartha Hangtuah. Tiga kali pertemuan terakhir mereka selalu gagal mendulang poin di kuarter ketiga. Selain itu, tim SWS dinilai lambat panasnya.

“Awal bulan ini kita akan menggelar turnamen segi empat di Bandung. Setelah kedatangan para pemain asing. Sementara para pemain muda juga akan mendapatkan porsi lebih untuk bisa lebih naik grafiknya,” jelas Zaki.

Dalam piala presiden kemarin, SWS harus puas di peringkat keempat dalam turnamen piala presiden. Setelah tim Salatiga harus mengakui ketangguhan tim Pelita Jaya dalam perebutan peringkat ketiga. Hasil ini cukup bagus mengingat sejumlah pemain absen. Selain itu materi pemain kedua tim memang beda.

SWS mengandalkan para pemain muda. Mengandalkan semangat juang. Sebelumnya di babak semifinal, SWS bertarung mati matian melawan Amartha Hangtuah dalam semifinal piala Presiden yang digelar di GOR Sritex pada Sabtu (23/11). (sas/bas)