Hasil Ujicoba, Penerapan TL Rejosari Dinilai Sukses

263

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pengguna lalu lintas tidak sedikit yang masih mengeluhkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melintas di perempatan pasar Rejosari dan Tugu PKK. Setidaknya butuh waktu 5 – 10 menit jika melintas di jam yang cukup padat. Imbasnya memang banyak pengguna lalu lintas yang memindah jalur dan menghindari perempatan tersebut.

Kendati demikian, Dinas Perhubungan menandaskan jika kini pengguna lalu lintas telah tertib. Uji coba telah selesai dan penataan trafficlight fix seperti saat ini. Hal itu ditandaskan kepala Dishub Sidqon Effendy kepada Radar Semarang kemarin.

“Pola pengaturan saat ini sudah melalui beberapa kali perubahan dan Insya Allah fix demikian. Kendati demikian, kita tetap evaluasi kedepan, karena volume lalin makin bertambah, dan pola untuk hari kerja dan weekend juga kami sesuaikan dengan kondisi lapangan,” papar Sidqon kemarin (7/10/2019).

Dijelaskan dia, hasil pemantauan selama ini di perempatan Rejosari pergerakan dari masing-masing lajur simpang cukup tertib. Sudah tidak terjadi konflik di tengah simpang baik di Rejosari maupun Tugu PKK. Saat ini, masing masing lajur simpang mendapatkan jatah pengaturan lampu (phase) hijau sendiri, sehingga lebih aman dan tertib dengan konsekuensi waktu tunggu antrian lebih lama. Hal inilah yang membutuhkan kesabaran masyarakat untuk antri dan tertib berlalu lintas.

Dishub masih menemukan permasalahan yakni antrian panjang di jalan Hasanudin, mengingat vokume lalin tinggi dan lebar jalan sempit. Selain itu, angkutan umum membutuhkan tempat untuk menaik turunkan penumpang setelah dilakukan penataan ini. Akses dari dan ke jalan Suropati (ke arah SMP Muhammadiyah Plus) yang selama ini menjadi kontribusi kesemrawutan di tugu PKK, sudah diakomodir dalam pengaturan phase traffic light.

Kemarin sekitar pukul 09.30, wartawan koran ini mencoba melintas dari jalan Hasanudin menuju ke arash jalan Osamaliki. Untuk melintas di perempatan Rejosari harus menunggu kisaran 10 menit karena antrean cukup panjang. Terhenti oleh tiga kali lampu merah sebelum akhirnya bisa melintas.

“Kalau saya setelah ada pengaturan baru ini berangkat lebih pagi atau menghindari perempatan tersebut dan melewati jalur lain,” tutur Nunung Setyowati, salah satu warga yang setiap pagi melintas daro Ngawen menuju Sidorejo.(sas)