alexametrics

Dana Hibah RW Rp 8,9 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA, Radar Semarang –  Dana hibah kepada seluruh RW di kota Salatiga yang sempat ditunda pencairan lantaran menjadi polemik jelang Pilkada Salatiga tahun lalu, akhirnya sudah disetujui oleh DPRD Salatiga pada APBD perubahan 2019. Hibah untuk pembangunan di lingkungan RT/RW ini dialokasikan total sebesar Rp 8,92 miliar dan dalam waktu dekat akan dicairkan.

Anggota Fraksi PKS DPRD Salatiga HM. Fatur Rahman menjelaskan, setelah sempat terkatung-katung, akhirnya dana hibah kepada setiap RW  disetujui dalam program yang bernama guyub RW. Pencairan dilakukan karena demi kepentingan masyarakat dan semua pengelolaan anggaran ditentukan dengan proposal yang diajukan setiap RW di Salatiga.

Pria yang karib disapa Maman ini menuturkan, jumlah RW di Kota Salatiga sebanyak 200 RW yang berada di 23 kelurahan dan 4 kecamatan. Ia berharap dengan adanya dana guyub RW ini bisa ikut mensukseskan program pemerintah diantaranya pemerataan pembangunan di tingkat bawah.

Baca juga:  Ke Putaran Nasional, Hati Beriman FC Bidik Empat Besar Piala Soeratin U-17

“Bantuan RW ini tidak sama jumlahnya antara satu RW dengan RW yang lain, karena mempertimbangkan jumlah penduduk di RW tersebut. Untuk nominalnya masing-masing RW menerima antara Rp 40 juta hingga Rp 50 juta,” jelasnya.

Kepala DPKAD Kota Salatiga Ady Isnanto mengatakan, setelah anggarannya disetujui oleh DPRD Salatiga, selanjutnya menunggu evaluasi dari gubernur dan juga berkoordinasi dengan kecamatan untuk proses pencairan. Saat ditanya kapan cairnya, Ady belum bisa memastikan karena  masih menunggu evaluasi dari gubernur dan juga kesiapan kecamatan untuk mengajukan proses pencairan.

Menanggapi disetujuinya dana hibah RW ini, Ketua RW 08 kampung Domas Salatiga Saiful Fanani menyambut baik hal itu karena sudah dinanti-nanti oleh masyarakat. Dana hibah RW itu sangat bermanfaat untuk pembangunan di lingkungan RT/RW dan juga untuk membeli kebutuhan perlengkapan RW.

Baca juga:  Pokja ULP Punya Peran Strategis

”Jadi manfaatnya banyak, tidak hanya untuk pembangunan fisik saja, namun juga bisa untuk membeli alat-alat kebutuhan RW, semisal kursi, bolo pecah, dan sebagainya. Untuk RW 08 sendiri berdasarkan kebutuhan yang sudah kami petakan, kami rencanakan untuk pembenahan gorong-gorong dan alat-alat pesta,” katanya. (sas/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya