alexametrics

Souljah Tutup Gelaran OMB UKSW

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – ‘Siapa kita?’ menjadi pertanyaan pertama yang dilontarkan grup musik bergenre reggae, Souljah saat tampil di depan ribuan civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Sabtu (28/9) malam. Dengan kompaknya, seluruh penonton acara bertajuk Welcoming Party UKSW 2019 menyambut pertanyaan tersebut dengan meneriakkan kata “Indonesia”.

Ya, kemeriahan acara yang digelar di lapangan Sepakbola UKSW sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) UKSW kental terasa dengan hadirnya grup musik yang terbentuk sejak tahun 1998 dengan aliran Jamaika tersebut. Kompak mengenakan jaket warna hitam, Souljah membuka penampilan pertamanya lewat lagu berjudul “PHP”.

Kedatangan kali kedua grup musik yang beranggotakan Danar (vokal), Said Fauzan (toasting), Renhat Pantro (bass), David (keyboard), Hanli (drum), Vino (saksofon) dan Bayu Pamukas (gitar) ini mengundang histeria penonton saat mereka membawakan tembang andalan lainnya seperti Mars Jangkrik, Jatah Mantan, Bersamamu, Ku Ingin Kau Mati Saja, Hanya Ingin Pulang, Pantang Pulang Sebelum Sayang, Terlanjur Cinta, Im Free, Tak Selalu dan Bilang I Love You.

Suasana semakin meriah tatkala disela-sela penampilannya, Danar dan Said mengajak penonton bernyanyi bersama. Souljah juga menghipnotis penonton dengan gerakan SKS (Senam Kesehatan Souljah) yang mereka ciptakan sendiri. “Mudah-mudahan kalian mengenang malam hari ini, malam kebersamaan kalian,” teriak Said.

Baca juga:  UKI Toraja Belajar ke UKSW

Ditemui terpisah, koordinator Welcoming Party UKSW 2019, Nicolas Evander Suhandi menyebut tema yang diangkat dalam acara ini yaitu Ignite the Night. Tema ini menurutnya mengandung arti dimana seluruh civitas akademika berkumpul menjadi satu dalam kemeriahan malam.

“Selain mengundang grup musik Souljah, hadir pula grup musik Tashoora dan SDC band membuka acara. Kami juga memberikan kejutan kepada penonton dengan menghadirkan pelawak Arie Kriting sebagai pemandu acara,” kata Nicolas.

Mahasiswa FTI UKSW ini menambahkan, Welcoming Party UKSW 2019 dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya tidak hanya menggelar konser musik, tapi kegiatan ini juga diisi dengan story board of UKSW atau informasi mengenai sejarah UKSW yang disusun di sepanjang pintu masuk; stand-stand etnis di sekeliling lokasi acara, serta aksi pengumpulan botol plastik bekas pakai.

Baca juga:  Deklarasikan ‘Emoh Plastik’

Dirinya menjelaskan, ajang penutup rangkaian OMB untuk menyambut mahasiswa baru diharapkan bukan sekadar wadah untuk bersenang-senang namun juga dapat memberikan edukasi kepada civitas akademika. Melalui stand etnis misalnya, pengunjung dapat menyaksikan ragam kebudayaan suatu daerah melalui makanan khas, tarian, musik, dan permainan tradisional yang disajikan.

“Etnis yang tampil dalam acara ini beberapa diantaranya seperti Ikatan Generasi muda Karo, Persekutuan Keluarga Mahasiswa Siswa Toraja, Persatuan Warga Sumba di Salatiga, Perhimpunan Keluarga Kalimantan Salatiga dan masih banyak lainnya,” imbuh Nicolas.

Turut hadir dalam Welcoming Party UKSW 2019 adalah Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., Pembantu Rektor (PR) II Dr. Sri Sulandjari, S.E., M.S.I.E., PR III Dr. Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M. Cs., PR IV Joseph Ernest Mambu, S. Pd.,M.A., Ph. D.  serta sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota Salatiga.

Baca juga:  UKSW Kukuhkan Empat Guru Besar

Sementara itu, Michael Bezaleel Wenas, S.Kom., M.Cs. selaku koordinator OMB UKSW 2019 menyebut rangkaian pengenalan lingkungan kampus bagi maba UKSW telah digelar sejak 19 Agustus lalu. OMB UKSW kali ini diikuti oleh 3.335 peserta dengan mengangkat tema Lead to Serve, Inspire, and Change the World.

“Sejumlah kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan seperti pengaturan arus lalu lintas, karnaval sebagai bentuk kulonuwun pada warga Salatiga, pagelaran budaya Indonesia selama tiga hari di kantor walikota Salatiga serta bersih lingkungan bertepatan dengan peringatan World Cleanup Day,” jelasnya. Adapun melalui seluruh rangkaian OMB, Michael berharap dapat membawa dampak positif bagi maba, civitas akademika, lembaga dan masyarakat. (sas/bis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya