alexametrics

Ketua Dewan Turuti Keinginan Mahasiswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Salatiga Bergerak turun ke jalan dan menyuarakan aspirasinya di kantor DPRD Salatiga yang berada di jalan Sukowati, kemarin siang.

Dalam tuntutannya, mereka meminta DPR RI merevisi pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. Pembahasan pasal tersebut harus melibatkan elemen masyarakat sipil. Tuntutan lainnya adalah menolak pasal dalam RUU Pertanahan yang berpihak pada korporasi.

Korlap Aksi, Fery Destianto, menyatakan unjuk rasa akan terus digelar jika tuntutan massa aksi tak dipenuhi. “Kami minta DPR RI merevisi pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. Pembahasan pasal tersebut harus melibatkan elemen masyarakat sipil,” ungkapnya.

Tuntutan lainnya adalah menolak pasal dalam RUU Pertanahan yang berpihak pada korporasi. Mahasiswa juga mendesak Presiden mengeluarkan Perppu mengenai UU KPK yang baru saja disahkan. “Tangkap dan adili elite yang bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan serta kebakaran hutan,” tegas Fery.

Baca juga:  Eks Direktur BPR Salatiga Ditahan

Aliansi Salatiga Bergerak juga mendorong terciptanya proses demokratis yang bersih di Indonesia. Diantara meminta menghentikan penangkapan aktivis dan bebaskan aktivis yang menyuarakan kebenaran serta aspirasi rakyat.

Massa mendesak DPRD Kota Salatiga untuk menyampaikan aspirasinya langsung kepada DPR RI. Akhirnya, ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit menuruti keinginan massa Aliansi Salatiga Bergerak untuk berkirim surat ke DPR RI. Isi surat tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi nasional yang berkembang saat ini. “Kami akan berkirim surat ke DPR RI dengan tembusan ke Mendagri. Isinya adalah tuntutan dan aspirasi masyarakat ini. Bahkan, pernyataan sikap Aliansi Salatiga Bergerak ini akan menjadi lampiran surat yang akan dikirim,” kata Dance.

Baca juga:  Tolak Omnibus Law, Buruh Datangi Gedung DPRD

Massa merupakan gabungan dari mahasiswa UKSW, STIE AMA, dan IAIN Salatiga. Sebelumnya, massa melakukan long march dengan membawa sejumlah poster dan spanduk. Aksi ini sempat menutup akses Jalan Sukowati menuju gedung DPRD Salatiga yang bersebelahan dengan Pemkot Salatiga. (sas/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya