alexametrics

Salatiga Masuk 32 Besar Kota Cerdas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Wakil Wali Kota Salatiga, Muh. Haris  didampingi Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekretaris Daerah, dan seluruh Kepala Perangkat Daerah di Kota Salatiga, menyambut kehadiran Tim Penilai Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) untuk Kota Salatiga, di Rumah Dinas Wali Kota, kemarin.

Dalam penilaian tahap akhir, tahun ini Kota Salatiga masuk dalam peringkat 32 besar Kota Cerdas se-Indonesia. Jika dirinci dalam kategori Kota kecil yakni penduduk dibawah 200 ribu jiwa, Kota Salatiga masuk dalam peringkat 9 besar.

Di depan Tim Penilai RKCI, Muh. Haris menjelaskan bahwa Kota Salatiga didefinisikan dalam tiga fungsi sesuai dengan potensi yang dimiliki, yakni Kota Pendidikan dan Olahraga, Kota Perdagangan dan Jasa, serta Kota Transit Wisata. Sudah menjadi komitmennya bersama Walikota sebagaimana dituangkan dalam RPJMD tahun 2017-2022, untuk memberikan kesejahteraan bagi warganya dan mengelola kota dengan sebaik-baiknya, serta terus berbenah dengan mengusung tema SMART City sesuai dengan perkembangan jaman.

Baca juga:  Kota Magelang Masuk Nominasi RKCI

“Sebagai Kota Pendidikan dan Olahraga, sudah banyak atlit dari Salatiga yang berperan dalam mengibarkan merah putih di perhelatan internasional. Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, meskipun tidak memiliki lahan luas dan industri yang besar, namun transaksi keuangan berjalan dinamis, dengan indikator hampir semua bank nasional memiliki cabang di Salatiga, dan hingga saat ini, Salatiga masih menjadi kota transit wisata, dimana para wisatawan berwisata di luar kota, tetapi menginap dan menikmati kulinernya di Salatiga,” papar Muh. Haris.

Muh. Haris juga menjelaskan bahwa sebagai Kota Terkecil ke-3 setelah Solo dan Magelang, Salatiga memiliki slogan Hati Beriman yang SMART, smart people dan smart government. Smart bisa berarti akronimnya yang Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat, bisa juga berarti cerdas. Selain itu, Muh. Haris juga mengutip kata Prof. Samsuhono, yakni Smart City tanpa perijinan yang mudah adalah omong kosong,  Smart City itu kuncinya di proses kemudahan perijinan sehingga ada waktu, persyaratan dan biaya yang pasti.

Baca juga:  Posisi Pertama di 3 Kategori Kota Cerdas

“Contohnya mengurus KTP, warga Kota Salatiga yang belum memiliki KTP hanya sekitar 0,6 persen, itu pun karena tinggalnya di luar Kota Salatiga,” tandasnya

Sementara, Rian dari Tim Penilai RKCI menuturkan bahwa Smart City adalah bagaimana suatu kota bisa mengolah sumber daya yang dimiliki, dan selanjutnya bisa digunakan sedemikian rupa dengan SDM, infrastruktur, teknologi, dan tata kelola yang ada, sehingga bisa memberikan layanan kepada masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan Tim Penilai RKCI adalah melakukan pemetaan, yang diharapkan bisa mengetahui potensi yang dimiliki kota, dan sejauh mana kesiapan kota-kota di Indonesia, untuk memberikan layanan yang berbasis dengan Smart City. Adapun, penilaian yang dilakukan oleh tim sudah melalui proses validasi dan survey lapangan. (sas/bas)

Baca juga:  Persiapan BKO, Polres Salatiga Gelar Latihan Dalmas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya