alexametrics

Pengaturan Baru Bikin Macet

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Uji coba hari pertama pengaturan baru traffic light (TL) di perempatan Rejosari (pasar Sapi) yang di gabung dengan perempatan tugu PKK membuahkan keluhan masyarakat. Pasalnya, kedua TL berjarak kurang dari 100 meter itu dirasa menjadikan pergerakan lalu lintas makin lambat.

Saat waktu puncak keramaian sekitar pukul 06.30 – 08.00, antrean panjang kendaraan mengular cukup panjang dari masing – masing lajur. Sementara siangnya, jalur yang memiliki antrean panjang adalah lajur dari jalan Hasanudin (dari arah Kopeng). “Saya kaget dan menduga ada kecelakaan karena antrean cukup panjang. Ternyata ada uji coba rambu yang baru. Akhirnya terlambat sampai kantor,” terang Sukur, salah satu pegawai di sebuah puskesmas.

Baca juga:  70 Pemain Lolos Tahap Awal PSISa

Banyak warga lainnya yang meminta Dishub kota Salatiga untuk mengatur ulang atau mencari solusi agar tidak ada ketersendatan yang cukup panjang. “Biasanya saya dari rumah ke sekolah hanya 10 menit, ini tadi sampai 20 menit,” terang Ardi, warga Sidorejo yang mengantar sekolah anaknya.

Keluhan yang dirasakan adalah kini pengendara terkena dua kali lampu merah untuk melintas dari perempatan pasar Rejosari ke arah Klaseman. Usulan yang dikemukakan adalah penerapan jalur satu arah untuk jalan Brigjen Sudiarto sehingga tidak ada penyeberang dari jalan Osamaliki.

Kepala Dinas Perhubungan Sidqon Effendy saat dikonfirmasi menuturkan ujicoba manajemen dan rekayasa lalu lintas di simpang Rejosari dan tugu PKK juga merupakan akomodir dari beberapa usulan masyarakat agar masing – masing kaki simpang diberikan fase tersendiri sehingga tidak bertemu di tengah persimpangan seperti yang sebelumnya diterapkan.

Baca juga:  Truk Kontainer Melintang, Tanjakan Silayur Macet

“Antrean panjang lebih disebabkan volume lalu lintas yang tinggi dan kapasitas ruas jalan dan simpang sangat kecil, sehingga waktu hijau masing – masing simpang menjadi lebih sedikit dan antrian menjadi lebih panjang. Konsekuensinya menjadi demikian,” urai Sidqon.
Lebih jauh dipaparkan dia, prinsip pengaturan fase persimpangan bersinyal adalah mengutamakan aspek keselamatan pengguna jalan dan kelancaran lalu lintasnya. Dishub mencoba terapkan prinsip sesuai dengan kaidah manajemen lalu lintas dan juga keinginan masyarakat yang mengharapkan lalu lintas tertib, teratur, dan aman.

“Evaluasi akan terus kami lakukan bersama dengan jajaran kepolisian selama satu minggu percobaan ini. Beberapa alternatif fase pengaturan TL akan kita siapkan dari hasil pelaksanaan uji coba pagi hari ini untuk dapat mewujudkan kamseltibcarlantas di simpang tersebut,” jelasnya. (sas/bas)

Baca juga:  Ini Jalur Alternatif Agar Tak Terjebak Macet di Pantura Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya