Pertegas UKSW sebagai Miniatur Indonesia

347
PERFORM: UKSW menggelar kegiatan bertajuk Pagelaran Budaya Indonesia di halaman Kantor Wali Kota.(DINAR SASONGKO/RADARSEMARANG.ID)
PERFORM: UKSW menggelar kegiatan bertajuk Pagelaran Budaya Indonesia di halaman Kantor Wali Kota.(DINAR SASONGKO/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Kekayaan budaya Indonesia dihadirkan bagi masyarakat Kota Salatiga oleh mahasiswa baru Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Selama tiga hari, Senin hingga Rabu (16-18/2019) warga Salatiga dapat menyaksikan keragaman budaya yang dikemas melalui kegiatan bertajuk Pagelaran Budaya Indonesia di halaman Kantor Wali Kota.

Mengusung tema Museum Negeri Pahlawan, pada gelaran hari pertama Senin (16/9) kemarin pengunjung disuguhi dengan sejumlah kesenian musik, tarian dan teatrikal kolaborasi etnis. Kegiatan yang dihelat sejak sore ini dibuka dengan penampilan kelompok Karawitan UKSW yang membawakan lagu dengan tema Wacana Budaya di panggung utama.

Sementara itu, disekeliling panggung didirikan stan-stan etnis yang didekor sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat memperdalam pengetahuan mengenai sejumlah etnis di Indonesia seperti Lampung, Kalimantan, Batak, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, serta Minahasa.

Tiap etnis yang ada memamerkan beragam makanan, souvenir, baju adat, lukisan hingga berbagai peralatan tradisional yang sengaja dihadirkan dari daerah masing-masing. Makanan tradisional menjadi salah satu item yang diburu oleh pengunjung. Dalam sesi kuliner nusantara, pengunjung berkesempatan mencicip makanan yang disediakan.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE., MM., juga berkesempatan menghadiri acara kemarin. Didampingi oleh Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., Pembantu Rektor I Dr. Iwan Setyawan, Pembantu Rektor II Dr. Sri Sulandjari, S.E., M.S.I.E., serta Pembantu Rektor III Dr. Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs., turut mencicipi makanan tradisional yang disajikan.

Sebelum menyantap sajian, perwakilan etnis secara bergantian memberikan penjelasan kepada walikota dan juga pimpinan universitas bahan baku dan cara pembuatan makanan tersebut. “Kalian masak sendiri makanan ini?,” tanya Yuliyanto.

Sembari berkeliling mengunjungi stan, pengunjung dapat menyaksikan kesenian musik dan tarian tradisional. Mengenakan busana dominan warna merah dan emas, mahasiswa asal Sumetera Selatan menampilkan tarian Tanggai khas kota Palembang. Tarian ini mengandung makna penyambutan atau ucapan selamat datang.

Semakin malam suasana semakin meriah. Mahasiswa baru yang datang menari bersama-sama tarian kolaborasi dan juga tarian etnis. Semalam, walikota dan pimpinan universitas juga berkesempatan menari bersama.

Ditemui terpisah, Giner Maslebu, S.Pd., S.Si., M.Si., koordinator Pengabdian Masyarakat OMB UKSW mengatakan acara yang masih akan berlangsung hingga Rabu ini juga dimeriahkan dengan kegiatan belajar membatik oleh Batik Selotigo dan tato tradisional temporer oleh mahasiswa etnis Kalimantan.

Giner mengatakan dari kegiatan ini pihaknya ingin mempertegas eksistensi UKSW sebagai Indonesia Mini di tengah kota Salatiga yang sejuk dan majemuk. Pengabdian Masyarakat sengaja dirancang dengan melibatkan mahasiswa baru UKSW ke dalam kolaborasi kegiatan etnis dalam upaya memperkenalkan tradisi kebudayaan bangsa Indonesia kepada masyarakat Kota Salatiga. (sas/bis/bas)