Olahraga Rekreasi Butuh Pengelolaan Manajemen Organisasi

623
WORKSHOP: Peserta Workshop Manajemen organisasi klub olahraga dan cabang olahraga tingkat Kota Salatiga, di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Lantai IV, Selasa (10/9).(ISTIMEWA)
WORKSHOP: Peserta Workshop Manajemen organisasi klub olahraga dan cabang olahraga tingkat Kota Salatiga, di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Lantai IV, Selasa (10/9).(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Peserta dari Sanggar Senam yang tergabung dibawah Formi (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) kota Salatiga dibekali dengan pengetahuan dan ilmu manajemen pengelolaan organisasi yang baik. Hal ini penting, karena wadah olahraga harus mempunyai manajeman olahraga yang baik pula.

“Belajar manajemen pengelolaan organisasi olahraga menjadi keharusan dan penting dilakukan. Kegiatan yang diikuti oleh sanggar senam yang ada di Kota Salatiga akan memberikan pandangan dan ilmu bagi pelaku olahraga tersebut,” papar Joko Haryono selaku Kadispora Kota Salatiga saat membuka Workshop Manajemen organisasi klub olahraga dan cabang olahraga tingkat Kota Salatiga, di Ruang Plumpungan, Gedung Setda Lantai IV, Selasa (10/9).

Menurutnya, olahraga rekreasi menjadi bagian dari pembinaan. Dimana pembinaan itu terbagi menjadi tiga kategori yakni olahraga prestasi, olahraga rekreasi dan olahraga pendidikan dengan pengelolaan organisasi yang baik. Sehingga akan menjadi wadah kebugaran dan kemasyarakatan. “Mereka harus belajar ilmu manajemen dalam mengolah, mengatur organisasi yang lebih baik ke depannya,” jelasnya.

Diakui, bahwa sebuah sanggar senam diharapkan mengetahui pola pengelolaan atau manajemen yang baik agar tetap berjalan dan berprestasi dilengkapi dengan SDM yang handal didukung dengan sarana prasarana yang baik. “Saya harap potensi manusianya, anggaran dan sapras harus bersinergi,” tegasnya.

Di kota Salatiga, ada belasan sanggar senam yang aktif dan diberi wadah yakni New Sakti. Wadah ini diharapkan akan menjadi pendorong terciptanya kebugaran sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat. “Sanggar senam yang tampil jangan didominasi oleh sanggar tertentu saja, melainkan bisa bergantian sehingga sanggar senam lain juga mempunyai kesamaan dan kesempatan yang sama,” bebernya. (sas/bas)