alexametrics

Tolak Mutasi Lurah, 12 RW Boikot Kegiatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Sebanyak 12 ketua Rukun Warga (RW) dan 12 Ketua PKK RW di Kelurahan Salatiga mengancam akan memboikot seluruh kegiatan kelurahan. Ancaman itu dikeluarkan setelah mereka sepakat menolak mutasi Lurah Salatiga Siswanto ke kelurahan Kauman Kidul.

Alasannya, selain yang bersangkutan  memasuki masa pensiun karena tinggal tujuh bulan lagi, juga masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan terkait program pembangunan di lingkungannya.

Penolakan para RW se-Kelurahan Salatiga tertuang dalam surat permohonan yang ditujukan kepada Walikota Salatiga yang ditandatangani 12 ketua RW, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan para ketua PKK RW. Mereka juga mengirim surat permohonan itu ke DPRD Salatiga untuk minta beraudensi dengan wakil rakyat.

Baca juga:  Pembangunan Taman Kompak Cerdas Salatiga Baru 10 Persen, Dewan Khawatir Tak Rampung

Namun belum mendapatkan konfirmasi kapan akan dilakukan audiensi. Selain itu, bila permohonan itu tidak ditanggapi, para RW se-Kelurahan Salatiga menyatakan akan mengembalikan stempel RW alias mengundurkan diri.

“Kami tidak punya tendensi apa-apa, hanya memberi masukan kepada pembuat kebijakan terkait rencana mutasi Lurah Salatiga. Pak Lurah (Siswanto) kan tinggal tujuh bulan lagi pensiun mengapa harus dimutasi, kan masih ada PR bersama para RW untuk program masyarakat. Mulai dari bantuan warga dan sebagainya,” ujar Ketua RW 08 Domas yang juga ketua LPMK Saeful Fanani, kemarin.

Kauman Kidul merupakan kelurahan yang kosong penjabatnya. “Seumpama digeser untuk mengisi Lurah Kauman Kidul yang kosong, mengapa tidak diisi pejabat baru di Kauman Kidul,” imbuhnya.

Baca juga:  Belum Ada Laporan Karyawan Di-PHK selama PPKM Darurat

Dikatakan  Saeful, program pembangunan dari dana kelurahan tahap kedua yang akan dilaksanakan butuh kelanjutan dari lurah. Dirinya khawatir jika diganti maka harus dilakukan penyesuaian lagi.

Hal senada diungkapkan RW 04 Kalitaman Darmaji  Surasto. Dikatakannya,  para RW tidak menolak siapa pun yang akan ditempatkan sebagai lurah Salatiga, karena itu bagian dari penyegaran di lingkungan eksekutif. Hanya saja dalam konteks Lurah Salatiga ini jangan dimutasi dulu karena tinggal tujuh bulan. “Supaya PR biar rampung. Entah itu PR infrastruktur, administrasi, persiapan lomba PKK dan sebagainya. Sudah satu hati satu visi, kalau sudah satu hati satu visi kerjanya menjadi ringan. Kami hanya mohon kebijakan walikota agar menunda mutasi ini. Kami pun juga tidak menolak lurah baru,” tandasnya.

Baca juga:  Tindak 68 Pelanggar

Sementara itu, ketua Paguyuban Lurah Salatiga (Palaga) M Kharis mengharapkan semua pihak untuk berpikir positif. Ia menjelaskan, kemungkinan pemkot sudah memiliki alasan yang bagus kenapa Lurah Siswanto dipindahkan. “Kami tidak tahu alasannya tetapi pasti ada alasan tepat. Selain itu, Lurah dan sekretaris kelurahan Salatiga pensiunnya hanya berkait satu bulan,” jelas Kharis. Ia menyatakan bahwa semua lurah siap melaksanakan tugas dimanapun dan tugas apapun yang diembankan sesuai dengan kemampuannya. (sas/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya