alexametrics

Bangunan Cagar Budaya Terancam Musnah

Gedung Pegadaian Dibongkar Tanpa Koordinasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Kalangan aktivis cagar budaya di kota Salatiga terkejut dengan dibongkarnya atap bangunan yang kini di miliki oleh kantor Pegadaian cabang Salatiga yang berada pojokan Jalan Kartini dan Jalan Muh Yamin. Pasalnya, pembongkaran itu diyakini belum ada rekomendasi dari dinas terkait.

Seorang pekerja yang ditemui wartawan menuturkan jika bangunan itu hanya dibongkar atapnya. Namun, terlihat ada lubang pembongkaran ditembok. Tembok terlihat cukup tebal sebagaimana khas bangunan kuno.

Warin Darsono, aktivis BCB Salatiga menuturkan, dirinya kaget karena mengetahui awal pembongkaran atap itu. “Saya mempertanyakan koordinasi dengan dinas terkait apakah sudah melakukan koordinasi atau belum? Tetapi setahu saya memang belum ada koordinasi dengan Disbudpar setempat,” tutur Warin saat dihubungi wartawan.

Baca juga:  Beri Kenyamanan Pelayanan, 35 Anggota Polres Di-swab.

Bangunan yang berada dibelakang bangunan utama kantor pegadaian itu teregistrasi sebagai benda cagar budaya dengan nomor registrasi kantor Pegadaian 11-73/Sla/69. Bangunan itu berusia lebih dari 100 tahun. Menurutnya, dari catatan yang ada bangunan Kantor pegadaian Kota Salatiga sebenarnya mempunyai atap perisai berjumlah enam dan tinggal tiga. Namun sekarang sudah habis dibongkar.

Bangunan Kantor Pegadaian Kota Salatiga dulunya merupakan kantor lelang. Dibangun sekitar akhir abad 19 (masa peralihan) bangunan ini menggunakan gaya yang berkembang sebelum gaya art deco hadir. “Diantara bangunan – bangunan kolonial di Salatiga, kantor Pegadaian merupakan salah dua bangunan yang menggunakan deretan atap perisai. Berdasarkan kelangkaan dan peran bangunan di masa lalu, bangunan ini perlu dilestarikan. Hal ini dikarenakan keberadaan bangunan ini dapat memperkuat cerita sejarah bahwa Kota Salatiga pada masa kolonial ditetapkan sebagai kota modern,” paparnya mengutip catatan yang ada.

Baca juga:  Dua Kapolsek dan Kasat Polres Salatiga Diganti

Satu sumber di Disbudpar yang enggan disebutkan namanya menuturkan jika pembongkaran maupun rehab bangunan yang masuk dalam BCB harus mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait sebelumnya. “Jika langsung dibongkar bisa terjerat UU cagar budaya,” imbuh dia.

Sementara itu, kepala kantor Pegadaian cabang Salatiga Suyatno menuturkan, dirinya malah tidak mengetahui mengenai cagar budaya itu karena baru menduduki jabatan tersebut. Ia menyatakan jika pembongkaran atap dilakukan karena dinilai nyaris roboh dan akan diganti dengan baja ringan.

“Bangunan ini berukuran sekitar 22 x 27 meter persegi dan direhab agar bisa digunakan sebagai gudang penyimpanan mobil jaminan dari nasabah. Pembangunan dilakukan selama 50 hari,” jelasnya. (sas/bas)

Baca juga:  UKSW dan TNI Salurkan Vaksin Dosis Kedua

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya