alexametrics

Jadikan Salatiga Kota Loveable dan Liveable

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Pencanangan Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) harus diimbangi dengan Sanitasi Total berbasis masyarakat (STBM). Jika ini dilakukan, maka akan ada perubahan perilaku di masyarakat atau kebiasaan masyarakat BAB sembarangan di sungai ke jamban yang sehat.

Hal itu ditegaskan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Wahyu Setyaningsih selaku Ketua Tim Verifikasi ODF Salatiga Provinsi Jawa Tengah di Salatiga beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa Kota Salatiga akan menjadi Kabupaten/Kota ODF 100 persen ke-13 yang ada di Jawa Tengah.

Wahyu belajar dari salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang belum lama ini kalang kabut dengan adanya kasus kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A, dimana penyebab hampir seribu orang terjangkit tersebut disebabkan karena ODF yang tidak dilakukan dengan baik.

Baca juga:  Angka BABS Masih Tinggi

“Artinya, daerah ini (di jatim) sudah deklarasi ODF tapi tidak dipantau dan tidak dilanjutkan dengan pilar-pilar STBM yang lain. Jadi, ODF adalah pilar utama yang paling berat dalam STBM, karena merubah perilaku atau kebiasaan masyarakat BAB sembarangan di sungai untuk BAB ke jamban yang sehat adalah hal yang sangat sulit,” jelasnya.

Wahyu menuturkan, dengan buang air di jamban akan banyak sekali penyakit yang bisa diputuskan mata rantai penularannya, yang salah satu contohnya adalah Hepatitis A. Untuk itu, setelah Salatiga melakukan deklarasi ODF, harus dilanjutkan dengan melaksanakan pilar-pilar lain supaya menjadikan Salatiga sebagai Kota STBM.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyebutkan jika sejak empat tahun lalu, Pemkot Salatiga bekerja sama dengan TNI dan Polri melakukan program jambanisasi dan rehab rumah tidak layak huni. Dari berbagai upaya itu pula, beberapa penghargaan telah diraih, diantaranya Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Salatiga yang mendapat peringkat kelima se-Indonesia.

Baca juga:  Ribuan Botol Miras Hasil Razia sejak 2020 Dimusnahkan

“Bukan tujuan utama kami untuk mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana kami mengajak seluruh masyarakat Kota Salatiga untuk bersama-sama membangun manusia di Kota Salatiga, khususnya di bidang kesehatan. Terakhir, Salatiga mendapat peringkat IPKM kelima tingkat nasional, setelah empat peringkat teratas lainnya diraih oleh kabupaten kota di Bali. Di Jawa Tengah hanya Salatiga yang mendapatkan penghargaan tersebut,” papar Wali Kota.

Wali kota yakin, upaya Open Defecation Free ini bisa merubah perilaku masyarakat untuk tidak BAB sembarangan sehingga ke depan akan menjadikan Kota Salatiga yang disenangi masyarakatnya (lovable city) dan layak untuk ditinggali (livable city). (sas/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya